Kolaborasi Mode Modern

Rabu, 18 Maret 2015 - 09:01 WIB
Kolaborasi Mode Modern
Kolaborasi Mode Modern
A A A
DESAINER muda yang merupakan alumni dari Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 , beberapa waktu lalu.

Sebuah parade busana berjudul “Permixtio” menjadi acuan untuk mengembangkan tema pencampuran, pembauran, dan penggabungan yang diusung. Pencampuran di sini dimaknai sebagai perpaduan glamor-kasual, femininmaskulin, modern-etnik, hingga pilihan gaya padu padan busana. Melalui pergelaran ini, LPTB Susan Budihardjo seperti ingin membangkitkan kembali sisi inovasi yang menjadi kunci orisinalitas sebuah karya.

Bersikap lebih bebas dalam memadukan berbagai bentuk, gaya, dan selera gender dalam berbusana untuk menciptakan karya menarik dari sudut pandang yang berbeda. Pada peragaan ini tampil para alumni LPTB Susan Budihardjo yang telah memiliki label sendiri dan punya kesamaan visi dalam memandang pemutakhiran mode di Indonesia. Sebanyak 60 busana ready-to-wear yang dipresentasikan terdiri atas 20 set busana koleksi Number One, label keluaran LPTB Susan Budihardjo.

Kemudian 10 set baju karya Rani Hatta, 10 set milik Galih Prakarsa, dan 10 kreasi dari Andreas Wen, berikut 10 set hasil mix and match kolaborasi keempat desainer. Dimulai dari koleksi milik Rani Hatta. Lulusan LPTB Susan Budihardjo tahun 2012 ini mengangkat 10 busana muslim ready-to-wear deluxe di bawah label Rani Hatta yang bercerita tentang Jane, seorang perempuan detektif yang dikelilingi pria.

Rani menampilkan sosok Jane lewat padanan jas panjang berpotongan tegas khas pria bersama rok panjang melambai berkesan perempuan lincah. Lalu ada tampilan jaket bomber sebatas paha dengan garis pinggang, dipadukan rok panjang A-line lipit-lipit di seputar pinggang. Pendek kata, gaya ini menginterpretasikan sisi feminin-maskulin dari sosok Jane.

Sementara itu deretan busana dari Galih Prakarsa berjudul “Neo Primitive” mengedepankan ide percampuran yang diangkat dari kehidupan manusia primitif tanpa mengenal gender dalam berpakaian. Unsur “neo” ditambahkan untuk menjunjung kebaruan bentuk dan garis desain. Gaya primitif ditegaskan lewat potongan belahan rok tinggi yang dipadu blus berpotongan halter berkesan modern.

Citra masa kini ikut dibawa dalam permainan mutiara dan bebatuan imitasi yang disusun mengikuti garis potong busana. Pencampuran bahan membiaskan batasan gender dalam sifon, gabardin, brokat, dan french lace secara bersamaan dalam satu tampilan.

Dyah ayu pamela
(ars)
Berita Terkait
Inilah Trend Fashion...
Inilah Trend Fashion 2022
Melihat Fashion Show...
Melihat Fashion Show Kain Tenun di Tengah Sawah di Mamasa
Gandeng Putri Zulhaf,...
Gandeng Putri Zulhaf, Ayu Dyah Maju di London Fashion Week Spring Summer
Intip Strategi Fashion...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Motif Unik Penuh Warna...
Motif Unik Penuh Warna Emikoawa yang Cocok untuk Keseharian Muslimah
Inspirasi Tampil Feminin...
Inspirasi Tampil Feminin untuk Hijaber ala Laudya Cynthia Bella
Berita Terkini
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
42 menit yang lalu
Konflik Ruben Onsu dan...
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Melebar, Produser Cherrybelle Ikut Buka Suara
57 menit yang lalu
Kuasa Hukum Erin Wartia...
Kuasa Hukum Erin Wartia Kritik Komisi III DPR: Jangan Hanya Dengar Satu Pihak
1 jam yang lalu
Steffy Eks Cherrybelle...
Steffy Eks Cherrybelle Disorot usai Unggah Soal Attitude, Sindir Sarwendah?
2 jam yang lalu
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
3 jam yang lalu
Betrand Sedih Lihat...
Betrand Sedih Lihat Ruben Onsu Dihina, Curhatnya Bikin Haru
3 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved