Mempertahankan Jati Diri dalam Bermusik Jadi Tantangan Para Musisi saat Ini

Jum'at, 03 Februari 2023 - 18:29 WIB
"Itu yang kadang-kadang akan mengganggu kinerja kita untuk mampu berpuluh-puluh kali gitu untuk memainkan lagu yang sebenarnya kita enggak suka dan nge-please bukan dirinya sendiri," lanjut penyanyi kelahiran Jakarta, 22 Mei 1995 ini.

Dia pun memberikan contoh saat dirinya berpura-pura memainkan genre musik rock, meski tidak menyukainya. Ardhito sendiri sangat menggemari musik jazz.

"Bersamaan dengan itu, gue bikin lagu jazz, Danilla muncul dan diterima. Oke nih, karena Danilla bisa, gue juga memberanikan diri," ungkapnya.

Kendati demikian, Ardhito sadar lagu-lagu jazz kala itu masih sulit diterima di banyak kalangan. Namun, persepsinya berubah ketika melihat debut album Danilla berjudul Telisik pada 2014.

Senada dengan Ardhito, Igditaf juga kerap memikirkan segi idealisme dibandingkan komersial dalam lagu. "Untuk orang-orang kayak aku atau mungkin musisi juga kayak Kak Ditho pasti kita tuh lebih ada idealismenya gitu loh," ujarnya.

"Yang paling penting dari kita itu kan bukan engagement, tapi yang penting untuk kita berdua itu community gitu. Maksudnya, community kita itu udah pasti mau nerima, mau nelen apa aja yang kita kasih, dimakan gitu," sambung wanita dengan nama asli Brigitta Sriulina Beru Meliala.

Igditaf pun menyebutkan jika mempertahankan jati diri dalam bermusik merupakan tantangan para musisi saat ini. "Tiap tahun itu akan ada banyak banget musisi pendatang baru, orang-orang baru, dan mereka punya sesuatu yang dibawa ke industri dan harapannya berbeda gitu," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!