CERMIN: Seks, Narkoba, dan Musik Klasik

Rabu, 15 Maret 2023 - 14:58 WIB
Dengan visi sedemikian, kita bisa dengan mudah dibuat jatuh cinta sejak awal dengan Hailey, juga dengan serial ini. Memang satu-satunya karakter yang begitu mudah dicintai dari serial ini adalah Hailey. Sisanya adalah karakter-karakter kompleks, manipulatif, narsistik, dan sesekali kejam.

Di tengah musik klasik yang mengalun indah, karakter-karakter yang justru tak indah itu hadir semacam yin dan yang bagi serial ini yang menjadikannya dinamis, meletup-letup, dan sering kali tak terduga.



Foto: Prime Video

Setelah Hailey, kita akan bertemu dengan Rodrigo. Ia adalah konduktor muda nan brilian dari Meksiko. Sengaja dibawa masuk ke New York Philharmonic untuk membawa aura baru yang segar dan muda. Rodrigo tak sekadar membawa itu, ia datang bagaikan angin topan yang menyapu sekeliling orkesta, mengagetkan banyak orang dengan karakternya yang tak terduga tapi masih bisa mengundang hormat dari sesama musisi lainnya.

Selama empat musim kita melihat para musisi berjuang menghidupi diri mereka. Para pecinta musik berjuang menjaga agar New York Philharmonic tetap hidup. Rodrigo yang berjuang agar bisa dipahami, dan Hailey yang terus berjuang menggapai mimpi-mimpinya dengan segala drama.

“Musik seharusnya membuatmu berdarah,“ ujar Rodrigo di depan musisi. Ia selalu mencari musisi yang tak sekadar memainkan musik tapi memainkannya dengan segenap jiwa hingga menyebabkan luka.

Dari Mozart in the Junglekita juga belajar bahwa musik tak sesederhana kebutuhan telinga, ia juga kebutuhan jiwa. Ia bisa membawa kita menelusuri masa lalu yang sudah ingin kita lupakan. Ia bisa membawa kita bertualang ke masa depan dengan segala ketakpastiannya. Musik, sebagaimana manusia, juga selalu punya kekuatan tak terduga yang selalu bisa mengejutkan kita.



Foto: Prime Video

Dari bermimpi menjadi sekadar musisi tetap di New York Philharmonic Orchestra, Hailey lantas menjajal mimpi baru: menjadi konduktor musik dan membuat dirinya menjadi 'saingan' Rodrigo. Barulah kita sadar betapa sedikitnya konduktor perempuan di dunia ini. Tahun ini kita mengenal konduktor bernama Lydia Tar dari film Taryang menampilkan akting gemilang Cate Blanchett.

Menonton Mozart in the Junglemembuat saya bermimpi suatu saat setiap kotamadya di negeri ini mempunyai orkestra yang cukup mapan. Yang bisa memelihara musik klasik dan sesekali mengawinkannya dengan musik tradisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!