Sapardi Dikenang sebagai Ilmuwan dan Sastrawan Tanpa Jarak

Minggu, 19 Juli 2020 - 19:01 WIB
“Pemikiran hingga kelakar beliau selalu beriringan dengan situasi kekinian. Tak heran, ketika tahun 2017 mengundang beliau membahas tentang cinta, para milenial bersuka cita berteriak “Aku Ingin”, menikmati diskusi bersamanya,” cerita Devie.

Mengutip salah satu karya Sapardi yang terkenal yaitu "Hujan di Bulan Juni", bahwa yang fana adalah waktu, Devie meyakini semua orang yang ditinggalkan mungkin tidak akan “setabah” hujan di bulan Juni.

“Mengingat “yang fana adalah waktu”, maka karya-karya beliau akan terus abadi, tidak akan pernah terhapus oleh "hujan yang meniadakan awan”. Selamat jalan Guru Bangsa Sastra Indonesia, kami mencintaimu…. Itulah sebabnya kami tak pernah berhenti mendoakan keselamatanmu di akhirat,” doanya untuk Sapardi. (Baca Juga: Pemakaman Sapardi Dilakukan Tanpa Pelayat di Giritama Bogor )

Begitu besar kehilangan yang dirasakan, sehingga banyak untaian kata yang dapat mewakili rasa kehilangan mendalam. “Beliau memang bagaikan “Jakarta yang tak hapus oleh hujan, tak lekang oleh panas.... Beliau ialah kasih sayang Tuhan untuk peradaban Indonesia,” tutupnya. R ratna purnamA
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!