Review Film Evil Dead Rise: Darah, Darah, dan Darah
Jum'at, 05 Mei 2023 - 05:54 WIB
Foto: The Daily Beast
Rekaman itu mengungkapkan kalau pastor itu meneruskan risetnya secara diam-diam. Dia lantas merapal mantra yang malah memanggil entitas iblis yang dikenal sebagai Deadites. Karena tidak tahu, setelah memutar rekaman itu dan berhasil membuka bukunya, Deadites pun terlepas dan menebar teror di apartemen itu.
Keluarga itu dipaksa untuk mempertahankan diri mereka dari makhluk tak berwujud itu. Awalnya, Ellie yang dirasuki. Dia menebar teror dan menyerang siapa pun yang ada di depannya. Beth pun berusaha melindungi tiga keponakannya. Tapi, semuanya sia-sia karena iblis itu sangat kuat. Pembantaian berdarah pun terjadi di apartemen itu.
Foto: Jezebel
Secara cerita, film ini tidak menjual cerita yang luar biasa. Namun, secara aksi, film ini menawarkan tontonan yang menegangkan. Akting para pemerannya pun cukup meyakinkan untuk memicu ketakutan di antara penontonnya. Film ini mengandung banyak jump scare. Meski begitu, tanpa jump scare pun, suasana dan setting tempatnya sudah mendukung untuk menimbulkan ketakutan.
Memang bukan hal mudah untuk membuat lanjutan dari sebuah franchise yang sudah populer dan punya banyak pengikut. Tapi, Lee Cronin berhasil melakukannya dengan mengubah tone film ini. Alih-alih mempertahankan sisi komedinya, Evil Dead Rise tampil dengan tone horor seutuhnya. Elemen kejutannya pun lumayan menghibur.
Rekaman itu mengungkapkan kalau pastor itu meneruskan risetnya secara diam-diam. Dia lantas merapal mantra yang malah memanggil entitas iblis yang dikenal sebagai Deadites. Karena tidak tahu, setelah memutar rekaman itu dan berhasil membuka bukunya, Deadites pun terlepas dan menebar teror di apartemen itu.
Keluarga itu dipaksa untuk mempertahankan diri mereka dari makhluk tak berwujud itu. Awalnya, Ellie yang dirasuki. Dia menebar teror dan menyerang siapa pun yang ada di depannya. Beth pun berusaha melindungi tiga keponakannya. Tapi, semuanya sia-sia karena iblis itu sangat kuat. Pembantaian berdarah pun terjadi di apartemen itu.
Foto: Jezebel
Secara cerita, film ini tidak menjual cerita yang luar biasa. Namun, secara aksi, film ini menawarkan tontonan yang menegangkan. Akting para pemerannya pun cukup meyakinkan untuk memicu ketakutan di antara penontonnya. Film ini mengandung banyak jump scare. Meski begitu, tanpa jump scare pun, suasana dan setting tempatnya sudah mendukung untuk menimbulkan ketakutan.
Memang bukan hal mudah untuk membuat lanjutan dari sebuah franchise yang sudah populer dan punya banyak pengikut. Tapi, Lee Cronin berhasil melakukannya dengan mengubah tone film ini. Alih-alih mempertahankan sisi komedinya, Evil Dead Rise tampil dengan tone horor seutuhnya. Elemen kejutannya pun lumayan menghibur.
Lihat Juga :