14 Mitos Grammar Bahasa Inggris yang Guru Kamu Gak Kasih Tahu
Kamis, 23 Juli 2020 - 20:07 WIB
MITOS 5: HARUS GUNAKAN "WHO" KALAU MERUJUK ORANG
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kamu mungkin diajari untuk memakai who untuk merujuk orang dalam sebuah kalimat. Padahal meggunakan that juga gak ada salahnya. Jadi, mau nulis"My mom who’s the woman I adore” atau “My mom that’s the woman I adore” sama saja, ya. (Baca Juga: 5 Rekomendasi Kelas Gratis untuk Asah Hard Skill Segala Bidang )
MITOS 6: JANGAN PAKAI 'WHO" KALAU MERUJUK HEWAN
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kita diajari bahwa untuk merujuk hewan gak boleh pakai who. Padahal menurut ahli tata bahasa, sangat aneh kalau kita menggunakan kata sapaan it dan merujuk dengan kata that untuk hewan peliharaan. Selama kita tahu nama atau jenis kelamin hewan tersebut, gak apa-apa kalo kita pakai he, she, atau who untuk mereka.
MITOS 7: "SUCH AS" ADALAH SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENYAMPAIKAN BEBERAPA CONTOH
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kamu mungkin sering mendengar such as ketika seorang yang berbahasa Inggris sedang memberikan beberapa contoh dari hal yang sedang diomongin. Namun itu bukan satu-satunya cara, kamu bisa juga pakai like. Misalnya, “I love Indonesian food like sate, soto, and rendang”.
MITOS 8: JANGAN PERNAH MENGAKHIRI KALIMAT DENGAN KONJUNGSI
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kata Oxford Dictionaries, mengakhiri kalimat dengan konjungsi seperti with, for, dan lainnya itu boleh banget. Malah kalimatnya kelihatan jadi lebih bagus. Misalnya, “The baby has no one to play with” lebih bagus didengar daripada “The baby has no one to play”.
MITOS 9: JANGAN MEMISAHKAN KATA KERJA INFINITIVE
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Mitos ini bilang, jangan memberikan adverb di antara kata kerja infinitive. Padahal sah-sah aja. Misalnya pada kutipan dalam film "Star Trek", “To boldly go where no one has gone before”, kata to go yang merupakan kata kerja infinitive dipisahkan dengan kata boldly.
MITOS 10: KALIMAT PASIF SELALU SALAH
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kamu mungkin diajari untuk memakai who untuk merujuk orang dalam sebuah kalimat. Padahal meggunakan that juga gak ada salahnya. Jadi, mau nulis"My mom who’s the woman I adore” atau “My mom that’s the woman I adore” sama saja, ya. (Baca Juga: 5 Rekomendasi Kelas Gratis untuk Asah Hard Skill Segala Bidang )
MITOS 6: JANGAN PAKAI 'WHO" KALAU MERUJUK HEWAN
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kita diajari bahwa untuk merujuk hewan gak boleh pakai who. Padahal menurut ahli tata bahasa, sangat aneh kalau kita menggunakan kata sapaan it dan merujuk dengan kata that untuk hewan peliharaan. Selama kita tahu nama atau jenis kelamin hewan tersebut, gak apa-apa kalo kita pakai he, she, atau who untuk mereka.
MITOS 7: "SUCH AS" ADALAH SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENYAMPAIKAN BEBERAPA CONTOH
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kamu mungkin sering mendengar such as ketika seorang yang berbahasa Inggris sedang memberikan beberapa contoh dari hal yang sedang diomongin. Namun itu bukan satu-satunya cara, kamu bisa juga pakai like. Misalnya, “I love Indonesian food like sate, soto, and rendang”.
MITOS 8: JANGAN PERNAH MENGAKHIRI KALIMAT DENGAN KONJUNGSI
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Kata Oxford Dictionaries, mengakhiri kalimat dengan konjungsi seperti with, for, dan lainnya itu boleh banget. Malah kalimatnya kelihatan jadi lebih bagus. Misalnya, “The baby has no one to play with” lebih bagus didengar daripada “The baby has no one to play”.
MITOS 9: JANGAN MEMISAHKAN KATA KERJA INFINITIVE
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Mitos ini bilang, jangan memberikan adverb di antara kata kerja infinitive. Padahal sah-sah aja. Misalnya pada kutipan dalam film "Star Trek", “To boldly go where no one has gone before”, kata to go yang merupakan kata kerja infinitive dipisahkan dengan kata boldly.
MITOS 10: KALIMAT PASIF SELALU SALAH
Foto:Tatiana Ayazo/Reader's Digest
Lihat Juga :