Tingkatkan Diagnosis Penyakit Genetik Langka, Asa Ren Gandeng Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia
Sabtu, 22 Juli 2023 - 16:46 WIB
Asa Ren berpartisipasi dengan memanfaatkan teknologi genomic sequencing dan bioinformatikanya untuk membantu mendeteksi seseorang dengan kecenderungan CdLS. Melalui kerja sama ini, deteksi dini diharapkan dapat membantu dan memberikan dukungan tambahan bagi keluarga dari anak dengan kondisi CdLS.
Dengan teknologi yang memadai, Asa Ren akan melakukan riset efektivitas tes DNA dalam penegakkan diagnosis suatu penyakit genetik langka, seperti CdLS maupun penyakit genetik langka lainnya. Bioinformatika memiliki peran yang krusial dalam mengelola dan menganalisis data biologis yang dihasilkan oleh teknologi, seperti DNA sequencing dan digital biobank guna membantu dokter dalam memberikan diagnosis dan terapi yang tepat dan presisi.
Digital biobank memuat informasi tentang sampel DNA, data klinis, dan data genetik yang memungkinkan para peneliti dan ahli genetika untuk mengakses dan mempelajari lebih lanjut tentang kondisi tersebut. Sementara DNA sequencing membantu mengidentifikasi dan menganalisis variasi genetik terkait CdLS.
"Saya sangat bangga menjadi bagian dari perjalanan luar biasa dalam membuat perbedaan. Menyaksikan upaya tim Asa Ren dalam membantu komunitas CdLS membuat saya terpesona. Ketekunan mereka yang tidak goyah menginspirasi saya untuk mengubah arti dari membuat perbedaan,” kata Pendiri dan CEO Asa Ren, Aloysius Liang.
Hal ini juga menandai pencapaian penting dalam perkembangan industri genomik dan kesehatan Indonesia.
Asa Ren akan memperluas dan memperdalam kemampuan digital, mengembangkan bioinformatika klinis, paspor kesehatan elektronik, dan digital biobank.
Ketua Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia sekaligus orang tua dari anak CdLS, Koko Prabu,
Dengan teknologi yang memadai, Asa Ren akan melakukan riset efektivitas tes DNA dalam penegakkan diagnosis suatu penyakit genetik langka, seperti CdLS maupun penyakit genetik langka lainnya. Bioinformatika memiliki peran yang krusial dalam mengelola dan menganalisis data biologis yang dihasilkan oleh teknologi, seperti DNA sequencing dan digital biobank guna membantu dokter dalam memberikan diagnosis dan terapi yang tepat dan presisi.
Digital biobank memuat informasi tentang sampel DNA, data klinis, dan data genetik yang memungkinkan para peneliti dan ahli genetika untuk mengakses dan mempelajari lebih lanjut tentang kondisi tersebut. Sementara DNA sequencing membantu mengidentifikasi dan menganalisis variasi genetik terkait CdLS.
"Saya sangat bangga menjadi bagian dari perjalanan luar biasa dalam membuat perbedaan. Menyaksikan upaya tim Asa Ren dalam membantu komunitas CdLS membuat saya terpesona. Ketekunan mereka yang tidak goyah menginspirasi saya untuk mengubah arti dari membuat perbedaan,” kata Pendiri dan CEO Asa Ren, Aloysius Liang.
Hal ini juga menandai pencapaian penting dalam perkembangan industri genomik dan kesehatan Indonesia.
Asa Ren akan memperluas dan memperdalam kemampuan digital, mengembangkan bioinformatika klinis, paspor kesehatan elektronik, dan digital biobank.
Ketua Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia sekaligus orang tua dari anak CdLS, Koko Prabu,
Lihat Juga :