Penjelasan Pembatasan Surgawi dan 3 Penggunanya di Jujutsu Kaisen

Senin, 24 Juli 2023 - 09:39 WIB
Maki lahir sebagai anak kembar. Di dunia jujutsu, anak kembar dianggap sebagai satu orang. Kembar adalah dua bagian dari satu penyihir jujutsu. Itu artinya, keduanya hanya punya batasan tertentu di mana satunya berkembang dan satunya tidak. Makanya, kembar dianggap tabu di keluarga jujutsu seperti Zenin.

Dalam kasus Maki dan Mai, Maki harus berlatih agar bisa berkembang. Dia sudah kuat meskipun Mai tidak mau tumbuh. Namun, kemampuan mereka bisa saling membatalkan satu sama lain. Kondisi Maki yang tidak punya energi kutukan berseberangan dengan Mai yang butuh energi besar untuk menciptakan jurus.

Kecilnya energi kutukan Mai menginterupsi kebangkitan Pembatasan Surgawi Maki. Sementara, Pembatasan Surgawi Maki menekan energi kutukan tinggi Mai. Situasi ini membuat Mai tidak bisa melakukan apa-apa selain satu butir peluru setiap hari. Pendeknya, tidak berguna.

Ketika Mai tewas, dia membawa semua energi kutukannya. Energi kutukan ini sebenarnya juga punya Maki. Jadi, kematian Mai menyingkirkan semua energi kutukan Maki. Tapi, dia kemudian bisa membuka potensi aslinya yang tidak terikat apa pun. Dia mendapatkan tubuh baja dengan kemampuan fisik yang tidak tertandingi seperti Toji.

Baca Juga: 10 Fakta Satoru Gojo dari Jujutsu Kaisen yang Jarang Diketahui

5. Apakah Yuji Itadori Punya Pembatasan Surgawi?



Foto: Otakukart

Dari awal serial ini, protagonisnya, Yuji Itadori, digambarkan punya kekuatan fisik yang luar biasa. Dia kuat, cepat, dan gesit. Megumi dan Yuta Okkotsu bahkan kagum dengan kemampuan fisik Yuji. Mereka bahkan membandingkan kegesitan Yuji dengan Maki.

Awalnya, Yuji tidak bisa menggunakan energi kutukan. Dia baru bisa melakukannya setelah memakan jari Sukuna. Jadi, energi kutukan itu bukan miliknya. Dia juga tidak punya teknik kutukan sendiri. Sekarang, dengan Sukuna berpindah wadah ke Megumi, Yuji tidak lagi punya energi kutukan. Dia masih bisa bertarung dengan sisa-sisa kekuatan yang ditinggalkan Sukuna selama menghuni tubuhnya.

Sementara, kelahiran Yuji juga mencurigakan. Ketika dia lahir, ibunya adalah Kenjaku. Sementara, sampai saat ini, belum diketahui bagaimana Pembatasan Surgawi bisa terjadi. Tapi, teori ini juga tidak bisa dipercayai 100%. Kalau Yuji punya Pembatasan Surgawi, mengapa dia bisa melihat kutukan di busur pertama? Maki bahkan harus memakai kacamata khusus agar bisa melihatnya.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!