Cegah Kanker Prostat di Usia Produktif Pria dengan Pemeriksaan Prostate Health Index
Selasa, 08 Agustus 2023 - 21:59 WIB
Dokter Spesialis Urologi RS Grha Kedoya dr. Johanes W. Sulistyo, Sp.U mengatakan, mendengar kata biopsi bagi pasien sangat menakutkan. Biopsi sendiri merupakan prosedur medis untuk mengangkat sampel jaringan tubuh lalu diamati di bawah mikroskop.
"Sampai saat ini biopsi prostat masih menjadi teknik diagnostik dalam mendeteksi kanker prostat. Biopsi prostat dilakukan jika didapatkan tiga indikasi umum, yaitu kelainan pada pemeriksaan rektal digital, peningkatan kadar PSA, dan kecurigaan klinis kanker prostat," terang dr. Johanes.
"Sebelumnya, selain pemeriksaan rektal digital dan klinis, kami merekomendasikan pemeriksaan PSA sebagai pilihan pertama yang non-invasif untuk skrining kanker prostat. Namun PSA memiliki spesifisitas yang terbatas dalam mendeteksi kanker prostat yang menyebabkan biopsi yang tidak perlu untuk hasil positif palsu dari beberapa kasus tumor," tambahnya.
Melalui pemeriksaan Prostate Health Index, diharapkan dapat memberi angin segar kepada pasien dan juga dokter klinisi, terutama pada pasien dengan hasil skrining PSA total berada di angka 4-10 ng/mL.
“PHI dapat menjadi pilihan bagi pasien, karena bersifat non-invasif dan memiliki spesifisitas lebih baik dalam mendeteksi adanya kanker prostat. Deteksi lebih dini dan lebih akurat membuat tatalaksana pasien juga akan lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih baik," kata dr. Henry Andrean, MHS (HA), MARS, Direktur RS Grha Kedoya.
"Sampai saat ini biopsi prostat masih menjadi teknik diagnostik dalam mendeteksi kanker prostat. Biopsi prostat dilakukan jika didapatkan tiga indikasi umum, yaitu kelainan pada pemeriksaan rektal digital, peningkatan kadar PSA, dan kecurigaan klinis kanker prostat," terang dr. Johanes.
"Sebelumnya, selain pemeriksaan rektal digital dan klinis, kami merekomendasikan pemeriksaan PSA sebagai pilihan pertama yang non-invasif untuk skrining kanker prostat. Namun PSA memiliki spesifisitas yang terbatas dalam mendeteksi kanker prostat yang menyebabkan biopsi yang tidak perlu untuk hasil positif palsu dari beberapa kasus tumor," tambahnya.
Melalui pemeriksaan Prostate Health Index, diharapkan dapat memberi angin segar kepada pasien dan juga dokter klinisi, terutama pada pasien dengan hasil skrining PSA total berada di angka 4-10 ng/mL.
“PHI dapat menjadi pilihan bagi pasien, karena bersifat non-invasif dan memiliki spesifisitas lebih baik dalam mendeteksi adanya kanker prostat. Deteksi lebih dini dan lebih akurat membuat tatalaksana pasien juga akan lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih baik," kata dr. Henry Andrean, MHS (HA), MARS, Direktur RS Grha Kedoya.
(tsa)
Lihat Juga :