CERMIN: Bagi Rabiah dan Mimi, Hidup adalah Pengabdian
Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:00 WIB
Ia menangis diam-diam ketika ibunya harus meninggalkannya dan akhirnya meninggalkan luka besar di hatinya yang kelak ditebus Rabiah ketika Mimi menjadi dewasa, menikah, dan memiliki tiga orang anak. Bagi Rabiah dan Mimi, kredo “hidup adalah pengabdian” mengalir dalam darah mereka. Tanpa pernah diniatkan oleh Rabiah, kini Mimi menjadi penerus dari ibunya.
Foto: Two Islands Digital
Hampir 20 tahun sejak Suster Apungdirilis, belum banyak perubahan yang terjadi dalam sektor kesehatan di pulau-pulau yang jauh dari Jawa. Sejak tahun 2020, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mulai mendorong pemerintah agar bisa mengadopsi program global One Village One Nurse (Satu Desa Satu Perawat).
Begitupun, regulasi terkait ada di tangan Kementerian Kesehatan yang punya andil besar dalam mengimplementasi program ini secara merata ke seluruh Indonesia, termasuk ke wilayah pulau-pulau yang selama ini ditangani Ibu Rabiah dan Mimi. Hingga hari ini belum ada penerus mereka kelak yang akan mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil dengan gaji dan fasilitas seadanya.
Padahal dalam sebuah Zoominar yang diselenggarakan PPNI pada Mei 2023 lalu, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah mengungkapkan bahwa surplus perawat sesungguhnya sudah terjadi di Indonesia. Sementara dalam makalah berjudul Analisis Kebijakan Pemenuhan Pasar Kerja Tenaga Kesehatan di Tingkat Global yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 disebutkan bahwa dengan mengacu pada standar ketenagaan minimal, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sebagian besar puskesmas sudah mengalami kelebihan tenaga perawat sejumlah 72.914 orang.
Namun di lain pihak masih terdapat puskesmas yang kekurangan staf dengan jumlah sekitar 4.413 perawat. Estimasi ini sudah memperhitungkan kebutuhan yang berbeda pada jenis puskesmas rawat inap dan nonrawat inap, tapi belum mempertimbangkan lokasi wilayah yaitu perkotaan, pedesaan, terpencil/sangat terpencil.
Foto: Two Islands Digital
Saya pernah memproduseri film dokumenter panjang peraih nomine Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2011 berjudul Cerita Dari Tapal Batas. Salah satu protagonis dalam dokumenter tersebut adalah seorang perawat pria yang mengelilingi 5 desa setiap 2 minggu untuk melayani masyarakat di kabupaten Entikong, salah satu kabupaten terluar di Indonesia yang berbatasan darat dengan Malaysia.
Dengan masalah yang mirip, saya akhirnya memahami bahwa selama 78 tahun Indonesia, kita mengalami banyak masalah yang belum tertanggulangi secara tuntas hingga hari ini karena satu hal: Indonesia yang terlalu luas dan terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau.
Foto: Two Islands Digital
Hampir 20 tahun sejak Suster Apungdirilis, belum banyak perubahan yang terjadi dalam sektor kesehatan di pulau-pulau yang jauh dari Jawa. Sejak tahun 2020, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mulai mendorong pemerintah agar bisa mengadopsi program global One Village One Nurse (Satu Desa Satu Perawat).
Begitupun, regulasi terkait ada di tangan Kementerian Kesehatan yang punya andil besar dalam mengimplementasi program ini secara merata ke seluruh Indonesia, termasuk ke wilayah pulau-pulau yang selama ini ditangani Ibu Rabiah dan Mimi. Hingga hari ini belum ada penerus mereka kelak yang akan mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil dengan gaji dan fasilitas seadanya.
Padahal dalam sebuah Zoominar yang diselenggarakan PPNI pada Mei 2023 lalu, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah mengungkapkan bahwa surplus perawat sesungguhnya sudah terjadi di Indonesia. Sementara dalam makalah berjudul Analisis Kebijakan Pemenuhan Pasar Kerja Tenaga Kesehatan di Tingkat Global yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 disebutkan bahwa dengan mengacu pada standar ketenagaan minimal, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sebagian besar puskesmas sudah mengalami kelebihan tenaga perawat sejumlah 72.914 orang.
Namun di lain pihak masih terdapat puskesmas yang kekurangan staf dengan jumlah sekitar 4.413 perawat. Estimasi ini sudah memperhitungkan kebutuhan yang berbeda pada jenis puskesmas rawat inap dan nonrawat inap, tapi belum mempertimbangkan lokasi wilayah yaitu perkotaan, pedesaan, terpencil/sangat terpencil.
Foto: Two Islands Digital
Saya pernah memproduseri film dokumenter panjang peraih nomine Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2011 berjudul Cerita Dari Tapal Batas. Salah satu protagonis dalam dokumenter tersebut adalah seorang perawat pria yang mengelilingi 5 desa setiap 2 minggu untuk melayani masyarakat di kabupaten Entikong, salah satu kabupaten terluar di Indonesia yang berbatasan darat dengan Malaysia.
Dengan masalah yang mirip, saya akhirnya memahami bahwa selama 78 tahun Indonesia, kita mengalami banyak masalah yang belum tertanggulangi secara tuntas hingga hari ini karena satu hal: Indonesia yang terlalu luas dan terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau.
Lihat Juga :