Tangan dan Kaki Remaja 14 Tahun Ini Diamputasi Gara-Gara Flu
Kamis, 14 September 2023 - 23:50 WIB
"Saat ini, bagi saya, sangat sulit untuk menerima ini, tetapi pada saat yang sama saya melihatnya dan saya berpikir, 'Dia ada di sini',” ujar Catalina, dilansir dari laman The Mirror, Kamis (14/9/2023).
Selama dua bulan terakhir, Mathias diketahui menjalani masa pemulihan di Rumah Sakit Anak Monroe Carrel di Vanderbilt. Dia harus menjalani perawatan di sana setelah didiagnosis menderita pneumonia dan sindrom syok toksik streptokokus serta serangan jantung.
Dilansir dari Cleveland Clinic, pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Jaringan saraf penderita penyakit pneumonia akan membengkak dan menyebabkan munculnya cairan atau nanah di dalam paru-paru.
Sementara dilansir dari Halodoc, Toxic shock syndrome (TSS) merupakan komplikasi langka yang mengancam jiwa dari jenis infeksi bakteri tertentu. Biasanya toxic shock syndrome terjadi akibat toksin yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph).
Akibat kondisi yang dialaminya itu, Mathias juga dimasukkan ke dalam mesin ECMO (oksigenasi membran ekstrakorporeal), yang tampak mirip dengan mesin bypass jantung-paru. Ia berada di dalam mesin tersebut selama hampir 2 minggu agar nyawanya bisa tertolong.
"Aliran (darah) itu tidak sampai ke seluruh ekstremitasnya, jadi mereka harus mengamputasi keempat ekstremitasnya,” ujar sang ayah, Edgar.
Dr Katie Boyle, ketua tim perawatan Mathias sekaligus seorang dokter anak ICU terus berusaha bekerja dengan rekan-rekannya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin anggota tubuh Mathias. Dr Katie mengungkapkan, dia sendiri jarang menemukan kondisi atau kasus seperti yang dialami Mathias.
Selama dua bulan terakhir, Mathias diketahui menjalani masa pemulihan di Rumah Sakit Anak Monroe Carrel di Vanderbilt. Dia harus menjalani perawatan di sana setelah didiagnosis menderita pneumonia dan sindrom syok toksik streptokokus serta serangan jantung.
Dilansir dari Cleveland Clinic, pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Jaringan saraf penderita penyakit pneumonia akan membengkak dan menyebabkan munculnya cairan atau nanah di dalam paru-paru.
Sementara dilansir dari Halodoc, Toxic shock syndrome (TSS) merupakan komplikasi langka yang mengancam jiwa dari jenis infeksi bakteri tertentu. Biasanya toxic shock syndrome terjadi akibat toksin yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph).
Akibat kondisi yang dialaminya itu, Mathias juga dimasukkan ke dalam mesin ECMO (oksigenasi membran ekstrakorporeal), yang tampak mirip dengan mesin bypass jantung-paru. Ia berada di dalam mesin tersebut selama hampir 2 minggu agar nyawanya bisa tertolong.
"Aliran (darah) itu tidak sampai ke seluruh ekstremitasnya, jadi mereka harus mengamputasi keempat ekstremitasnya,” ujar sang ayah, Edgar.
Dr Katie Boyle, ketua tim perawatan Mathias sekaligus seorang dokter anak ICU terus berusaha bekerja dengan rekan-rekannya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin anggota tubuh Mathias. Dr Katie mengungkapkan, dia sendiri jarang menemukan kondisi atau kasus seperti yang dialami Mathias.
Lihat Juga :