CERMIN: Benarkah Hercule Poirot Tak Percaya Tuhan?
Jum'at, 15 September 2023 - 14:15 WIB
Tapi lupakan dulu soal Hercule yang tak percaya Tuhan. Karena di rumah besar dengan aura menakutkan itu pada akhirnya memang terjadi pembunuhan demi pembunuhan. Bahkan Hercule nyaris menjadi korbannya.
Hercule pun tak percaya ketika melihat dirinya bisa berkomunikasi dengan “mereka yang tak tampak”. Setelah peristiwa ini, apakah Hercule akan kembali percaya Tuhan?
Foto: 20th Century Studios
Mengadaptasi novel berikut karakter yang sudah dibaca puluhan juta orang di seluruh dunia memang tak mudah. Sejak awal Kenneth memanggul beban berat di pundaknya. Sejumlah kritik tak pernah reda menyebut soal penafsirannya akan karakter Hercule Poirot. Tokoh ini sudah diperankan banyak aktor, di antaranya bahkan sejumlah aktor kaliber.
Sebut saja Peter Ustinov (peraih dua Oscar melalui film Spartacus dan Topkapi), juga Albert Finney (nomine Oscar sebanyak lima kali) dan John Malkovich (nomine Oscar sebanyak dua kali). Kenneth sendiri baru sekali dinominasikan meraih Oscar pada 2012 untuk film My Week with Marylin.
Namun yang juga banyak dikritik dari Kenneth adalah bagaimana ia menafsirkan beberapa hal spesifik yang sesungguhnya disebut secara jelas dalam novel-novel Agatha. Dalam A Haunting in Venice yang menjadi sorotan adalah bagaimana Hercule mengaku dirinya tak percaya Tuhan.
Padahal dalam beberapa judul novel disebutkan bahwa Hercule adalah seorang “penganut Katolik yang baik”. Dalam Murder in Mesopotamia terdapat petikan dialog yang menjelaskan hal tersebut.
"Then he said quite irrelevantly: ‘An interesting man, that Father Lavigny.’
‘A monk being an archaeologist seems odd to me,’ I said.
‘Ah, yes, you are a Protestant. Me, I am a good Catholic. I know something of priests and monks’".
Hercule pun tak percaya ketika melihat dirinya bisa berkomunikasi dengan “mereka yang tak tampak”. Setelah peristiwa ini, apakah Hercule akan kembali percaya Tuhan?
Foto: 20th Century Studios
Mengadaptasi novel berikut karakter yang sudah dibaca puluhan juta orang di seluruh dunia memang tak mudah. Sejak awal Kenneth memanggul beban berat di pundaknya. Sejumlah kritik tak pernah reda menyebut soal penafsirannya akan karakter Hercule Poirot. Tokoh ini sudah diperankan banyak aktor, di antaranya bahkan sejumlah aktor kaliber.
Sebut saja Peter Ustinov (peraih dua Oscar melalui film Spartacus dan Topkapi), juga Albert Finney (nomine Oscar sebanyak lima kali) dan John Malkovich (nomine Oscar sebanyak dua kali). Kenneth sendiri baru sekali dinominasikan meraih Oscar pada 2012 untuk film My Week with Marylin.
Namun yang juga banyak dikritik dari Kenneth adalah bagaimana ia menafsirkan beberapa hal spesifik yang sesungguhnya disebut secara jelas dalam novel-novel Agatha. Dalam A Haunting in Venice yang menjadi sorotan adalah bagaimana Hercule mengaku dirinya tak percaya Tuhan.
Padahal dalam beberapa judul novel disebutkan bahwa Hercule adalah seorang “penganut Katolik yang baik”. Dalam Murder in Mesopotamia terdapat petikan dialog yang menjelaskan hal tersebut.
"Then he said quite irrelevantly: ‘An interesting man, that Father Lavigny.’
‘A monk being an archaeologist seems odd to me,’ I said.
‘Ah, yes, you are a Protestant. Me, I am a good Catholic. I know something of priests and monks’".
Lihat Juga :