Review Film Family Room: Pengumuman Besar di Meja Makan
Rabu, 27 September 2023 - 14:06 WIB
“Tolong ambilkan kunyit.”
Si suami segera bergerak. Mencari ke sana-ke mari di setiap pojok dapur dan lemari. Tak ketemu. Justru si istri yang kemudian mengambil sendiri.
Di sini kita ketemu satu petunjuk: suami tampaknya tak kenal sudut rumahnya sendiri. Ia tak tahu di mana bumbu dapur berada. Apa artinya?
Bisa jadi ia memang tak pernah ke dapur, membantu istri memasak. Atau, kalaupun pernah membantu istri memasak, ia sudah lama tak berada di rumahnya sendiri hingga sudah lupa di mana kunyit disimpan.
Kemungkinan kedua lebih masuk untuk cerita film pendek Family Room ini. Pertanyaannya lalu, apa yang membuat suasana di rumah itu kikuk? Ke mana selama ini si suami pergi? Ada masalah apa di antara mereka.
Foto: MAXstream
Ichwan Persada, sang sutradara, menyajikan drama keluarga singkat ini dengan berjarak. Kita, penonton, adalah pengamat dari luar yang diajak menebak-nebak masalah besar apa yang tengah menggelayut di keluarga ini.
Setelah masakan siap, ada tokoh lain datang. Anak lelaki pasangan ini datang membawa serta seorang perempuan, yang kemudian diumumkan sebagai calon istrinya. Lalu, datang juga anak kedua, perempuan yang masih kuliah.
Syahdan, di meja makan - di “the family room” - sang ayah alias si suami mengumumkan perihal besar. Meski telah 25 tahun menikah dan putra-putrinya sudah beranjak dewasa, ia dan si istri atau ibu anak-anaknya memutuskan bakal berpisah.
Pengumuman yang tentu saja disambut dengan rasa kecewa kedua anaknya. Si ibu berkata, ada perbedaan prinsip. Sedang si ayah bilang apa yang dianggap prinsip itu sebetulnya tak melanggar agama.
Si suami segera bergerak. Mencari ke sana-ke mari di setiap pojok dapur dan lemari. Tak ketemu. Justru si istri yang kemudian mengambil sendiri.
Di sini kita ketemu satu petunjuk: suami tampaknya tak kenal sudut rumahnya sendiri. Ia tak tahu di mana bumbu dapur berada. Apa artinya?
Bisa jadi ia memang tak pernah ke dapur, membantu istri memasak. Atau, kalaupun pernah membantu istri memasak, ia sudah lama tak berada di rumahnya sendiri hingga sudah lupa di mana kunyit disimpan.
Kemungkinan kedua lebih masuk untuk cerita film pendek Family Room ini. Pertanyaannya lalu, apa yang membuat suasana di rumah itu kikuk? Ke mana selama ini si suami pergi? Ada masalah apa di antara mereka.
Foto: MAXstream
Ichwan Persada, sang sutradara, menyajikan drama keluarga singkat ini dengan berjarak. Kita, penonton, adalah pengamat dari luar yang diajak menebak-nebak masalah besar apa yang tengah menggelayut di keluarga ini.
Setelah masakan siap, ada tokoh lain datang. Anak lelaki pasangan ini datang membawa serta seorang perempuan, yang kemudian diumumkan sebagai calon istrinya. Lalu, datang juga anak kedua, perempuan yang masih kuliah.
Syahdan, di meja makan - di “the family room” - sang ayah alias si suami mengumumkan perihal besar. Meski telah 25 tahun menikah dan putra-putrinya sudah beranjak dewasa, ia dan si istri atau ibu anak-anaknya memutuskan bakal berpisah.
Pengumuman yang tentu saja disambut dengan rasa kecewa kedua anaknya. Si ibu berkata, ada perbedaan prinsip. Sedang si ayah bilang apa yang dianggap prinsip itu sebetulnya tak melanggar agama.
Lihat Juga :