Edukasi Pasien yang Ingin Turunkan Berat Badan melalui Obesity Center
Senin, 09 Oktober 2023 - 11:11 WIB
“Siapa tahu pasien itu dengan melakukan perubahan pola hidup, dari dietnya diperhatikan, mungkin bisa turun. Tetapi biasanya sekaligus perubahan pola hidup itu untuk persiapan operasi. Dalam arti sebelum operasi pasien diedukasi untuk melakukan diet selama 2-3 minggu, tergantung berat badan kelebihannya berapa,” terang dr. Ponco.
Operasi yang bisa dilakukan adalah memperkecil volume liver. Selain diet dalam program fatty liver, juga ada pemeriksaan-pemeriksaan lain, seperti laboratorium, jantung, toleransi dari spesialis terkait jantung, paru, anastesi dan lainnya.
“Kita akan konsultasikan dulu sebelum operasi, agar mengetahui fisik pasien yang akan menjalani operasi fisiknya sudah optimal untuk dilakukan tindakan operasi. Karena, dengan mempersiapkan dengan maksimal akan menghasilkan operasi yang baik, yang mana semua operasi mengandung risiko. Risiko di sini yang kita khawatirkan seperti memotong lambung itu bisa pendarahan, bisa juga bocor lambung, yang mana jka terjadi kebocoran akan terjadi infeksi di rongga perut. Hal ini harus dihindari dengan persiapan yang baik tadi,” paparnya.
Dalam upaya melawan obesitas, operasi bariatrik hadir sebagai solusi yang patut dipertimbangkan. Karena pada kenyataannya, sebagian orang telah berusaha menurunkan berat badan dengan berbagai cara, namun tidak kunjung memberikan hasil yang signifikan. Operasi bariatrik adalah prosedur pembedahan yang melibatkan perubahan pada sistem pencernaan untuk mengurangi jumlah kalori yang tubuh serap.
Hal ini dapat mendorong penurunan berat badan yang signifikan serta membantu memperbaiki berbagai kondisi kesehatan terkait obesitas, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Diperlukan pula komitmen untuk menjalani prosedur bedah ini. Karena operasi bariatrik adalah program multidisiplin untuk menurunkan berat badan, sehingga pola makan sehat, olahraga, dan perawatan masalah kesehatan tetap perlu diterapkan.
Terdapat beberapa jenis operasi untuk menurunkan berat badan. Namun beberapa yang paling umum adalah sebagai berikut:
Operasi yang bisa dilakukan adalah memperkecil volume liver. Selain diet dalam program fatty liver, juga ada pemeriksaan-pemeriksaan lain, seperti laboratorium, jantung, toleransi dari spesialis terkait jantung, paru, anastesi dan lainnya.
“Kita akan konsultasikan dulu sebelum operasi, agar mengetahui fisik pasien yang akan menjalani operasi fisiknya sudah optimal untuk dilakukan tindakan operasi. Karena, dengan mempersiapkan dengan maksimal akan menghasilkan operasi yang baik, yang mana semua operasi mengandung risiko. Risiko di sini yang kita khawatirkan seperti memotong lambung itu bisa pendarahan, bisa juga bocor lambung, yang mana jka terjadi kebocoran akan terjadi infeksi di rongga perut. Hal ini harus dihindari dengan persiapan yang baik tadi,” paparnya.
Dalam upaya melawan obesitas, operasi bariatrik hadir sebagai solusi yang patut dipertimbangkan. Karena pada kenyataannya, sebagian orang telah berusaha menurunkan berat badan dengan berbagai cara, namun tidak kunjung memberikan hasil yang signifikan. Operasi bariatrik adalah prosedur pembedahan yang melibatkan perubahan pada sistem pencernaan untuk mengurangi jumlah kalori yang tubuh serap.
Hal ini dapat mendorong penurunan berat badan yang signifikan serta membantu memperbaiki berbagai kondisi kesehatan terkait obesitas, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Diperlukan pula komitmen untuk menjalani prosedur bedah ini. Karena operasi bariatrik adalah program multidisiplin untuk menurunkan berat badan, sehingga pola makan sehat, olahraga, dan perawatan masalah kesehatan tetap perlu diterapkan.
Terdapat beberapa jenis operasi untuk menurunkan berat badan. Namun beberapa yang paling umum adalah sebagai berikut:
Lihat Juga :