Metode Wolbachia Jadi Kontroversi, Peneliti UGM: Bukan Hasil Rekayasa Genetik
Sabtu, 18 November 2023 - 17:15 WIB
Baca Juga: Mengenal Nyamuk Wolbachia, Benarkah Bisa Mencegah DBD?
“Wolbachia secara alami terdapat pada lebih dari 50 Persen serangga, dan mempunyai sifat sebagai simbion (tidak berdampak negatif) pada inangnya. Selain itu, analisis risiko yang telah dilakukan oleh 20 ilmuwan independen di Indonesia menyimpulkan bahwa risiko dampak buruk terhadap manusia atau lingkungan dapat diabaikan,” ucapnya.
Untuk itu, di Indonesia teknologi wolbachia digunakan sebagai implementasi dengan metode “Penggantian”. Artinya, baik itu nyamuk jantan ataupun betina dilepaskan secara alami ke populasinya. Hal ini bertujuan agar nyamuk betina dapat kawin dengan nyamuk setempat, sehingga menghasilkan jentik nyamuk yang mengandung wolbachia dan akhirnya seluruh populasi akan memiliki wolbachia.
“Wolbachia secara alami terdapat pada lebih dari 50 Persen serangga, dan mempunyai sifat sebagai simbion (tidak berdampak negatif) pada inangnya. Selain itu, analisis risiko yang telah dilakukan oleh 20 ilmuwan independen di Indonesia menyimpulkan bahwa risiko dampak buruk terhadap manusia atau lingkungan dapat diabaikan,” ucapnya.
Untuk itu, di Indonesia teknologi wolbachia digunakan sebagai implementasi dengan metode “Penggantian”. Artinya, baik itu nyamuk jantan ataupun betina dilepaskan secara alami ke populasinya. Hal ini bertujuan agar nyamuk betina dapat kawin dengan nyamuk setempat, sehingga menghasilkan jentik nyamuk yang mengandung wolbachia dan akhirnya seluruh populasi akan memiliki wolbachia.
(tdy)
Lihat Juga :