Konflik Israel dan Palestina Buat Anak-anak di Gaza Alami PTSD hingga Butuh Bantuan Psikolog

Selasa, 21 November 2023 - 22:50 WIB
“Suara ayah saya perlahan menghilang dan saya mendapati diri saya terkubur di bawah puing-puing dan debu. Saya telepon ayah saya, tapi dia tidak menjawab. Saya tahu dia mungkin dibunuh," ungkap Anas.

Baca Juga: Anak-anak di Gaza Idap Flu Perut Imbas Konsumsi Air Terkontaminasi untuk Bertahan Hidup

Saat dia berbicara, Anas memperlihatkan punggungnya, memperlihatkan banyak memar dan luka. Keluarga itu terjebak di bawah reruntuhan selama beberapa waktu sebelum diselamatkan. “Adikku juga menderita luka punggung yang parah, membuatnya tidak bisa berjalan, dan ibuku masih di rumah sakit setelah kakinya terluka," ucap Anas.

Terkait hal-hal traumatik yang dialami anak-anak, unit kesehatan mental rumah sakit telah membuat komitmen khusus untuk mendukung anak-anak ini. Banyak di antara mereka yang mempunyai kerabat yang terluka, meninggal, menjadi pengungsi dan berlindung di rumah sakit. Semuanya berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis mereka.

Abushawish mengatakan anak-anak tersebut juga menderita gejala psikologis dan fisik yang menyedihkan akibat trauma tersebut. Abushawish menambahkan bahwa banyak anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda PTSD setelah kehilangan orang tua mereka dan diselamatkan dari reruntuhan setelah berhari-hari terjebak di bawahnya.

"Gejala-gejala ini, seperti sakit perut, sakit kepala, sakit kaki, buang air kecil yang tidak disengaja, dan detak jantung yang cepat, adalah akibat langsung dari pemboman yang tiada henti di Jalur Gaza," ujar Abushawish.

"Ini adalah peristiwa yang mengerikan dan luar biasa yang melebihi apa yang harus dialami oleh anak-anak, anggota masyarakat yang paling rentan,” pungkasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!