Kenali Gejala Penyakit Batu Ginjal dan Pengobatan Operasi Terkini

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:16 WIB
Adapun teknik operasi untuk menghancurkan batu tanduk rusa ginjal Indonesia kini dapat dilakukan tanpa radiasi. Teknik operasi yang dilakukan dengan luka operasi minimal ini yaitu Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). Dimana teknik ini tidak lagi menggunakan x-ray melainkan dengan ultrasonografi (USG) sehingga risiko paparan radiasi nol dan meminimalisasi obat-obatan terkait sehingga relatif menghemat biaya yang dikeluarkan.

Pada Operasi PCNL bebas x-ray ini, saat membuat akses ke ginjal, biasanya menggunakan ballon dilator yang sekali pakai dan harganya cukup mahal. Sebaliknya, teknik operasi yang dikembangkan dr. Ponco ini, menggunakan Alken Telecopic Metal Dilator yang dapat digunakan berkali kali sehingga lebih ekonomis dari segi biaya. (Baca juga: Di Ambang Resesi, Misbakhun Usul Listrik hingga Cicilan Mobil Dibayar Negara)

Teknik ini sudah di laporkan dalam dua jurnal ilmiah bereputasi internasional yaitu Research and Reports in Urology tahun 2020 dan International Urology and Nephrology tahun 2020. Sejauh ini belum pernah ada yang melaporkan teknik operasi PCNL bebas X ray dengan menggunakan Alken Telescopic Metal Dilator.

Dapat dikatakan bahwa publikasi di Jurnal Research and Reports in Urology yang ditulis oleh Dr. Ponco Birowo dan kawan-kawan adalah laporan pertama yang menggunakan teknik ini di dunia.

Dalam kesempatan terpisah, dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH menyebutkan penyakit ginjal bisa dicegah dengan cara menjaga hidup sehat yaitu melakukan aktivitas fisik teratur, mengontrol tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal dan makan makanan yang sehat, minum air yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi obat-obatan secara bebas tanpa resep dokter, dan memeriksa fungsi ginjal terutama apabila berisiko mendapatkan gangguan ginjal.

Tambah Umur Tambah Berisiko

Usia 55-64 tahun merupakan kelompok yang paling rentan terkena batu tanduk rusa (staghorn stone) dengan prevalensi pada laki-laki 0,8% sementara perempuan 0,4%. Beberapa faktor risiko penyakit ini diantaranya faktor keturunan dengan riwayat saluran kemih, asam urat, infeksi saluran kemih, ginjal tunggal, obesitas dan sindrom metabolik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!