Risiko Kencing Nanah yang Tak Diobati, dari Infeksi Janin hingga Mandul
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 11:40 WIB
GO yang dibiarkan berkembang, lanjut dr. Anthony, bakal mengakibatkan berbagai risiko berbahaya, antara lain komplikasi ringan hingga berat.
Infeksi bakteri pada wanita hamil yang tidak segera diobati banyak sekali dikaitkan dengan keguguran, kelahiran prematur, berat lahir rendah, ketuban pecah dini, korioamnionitis, atau komplikasi kehamilan lain sehingga bisa menginfeksi janin. Para wanita hamil yang mengidap penyakit ini bahkan dapat langsung menginfeksi bayi mereka, khususnya ketika proses persalinan. Hal tersebut terjadi karena bayi bersentuhan langsung dengan sekresi genital dari ibunya.
Infertilitas atau kemandulan juga menjadi masalah yang bisa disebabkan oleh GO. Sebab, bakteri Neisseria Gonorrhoeae dapat memengaruhi morbiditas saluran reproduksi, termasuk infertilitas faktor tuba dan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). PID ini menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi sehingga menghalangi jalur sel telur yang dikeluarkan dari ovarium, sehingga mencegah kehamilan alami dan menyebabkan infertilitas.
Sedangkan pada pria, GO dapat menyebabkan tabung kecil melingkar di bagian belakang testis, di mana saluran sperma berada (epididimis) menjadi meradang (epididimitis) sehingga menjadi infertil .
Pada pria, GO dapat dideteksi bila ditemukan cairan atau nanah berwarna putih kehijauan yang keluar dari lubang genital. Pria yang terinfeksi GO juga biasanya bakal merasakan nyeri saat berkemih. (Baca Juga: Diet Kaya Antioksidan Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus)
Infeksi bakteri pada wanita hamil yang tidak segera diobati banyak sekali dikaitkan dengan keguguran, kelahiran prematur, berat lahir rendah, ketuban pecah dini, korioamnionitis, atau komplikasi kehamilan lain sehingga bisa menginfeksi janin. Para wanita hamil yang mengidap penyakit ini bahkan dapat langsung menginfeksi bayi mereka, khususnya ketika proses persalinan. Hal tersebut terjadi karena bayi bersentuhan langsung dengan sekresi genital dari ibunya.
Infertilitas atau kemandulan juga menjadi masalah yang bisa disebabkan oleh GO. Sebab, bakteri Neisseria Gonorrhoeae dapat memengaruhi morbiditas saluran reproduksi, termasuk infertilitas faktor tuba dan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). PID ini menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi sehingga menghalangi jalur sel telur yang dikeluarkan dari ovarium, sehingga mencegah kehamilan alami dan menyebabkan infertilitas.
Sedangkan pada pria, GO dapat menyebabkan tabung kecil melingkar di bagian belakang testis, di mana saluran sperma berada (epididimis) menjadi meradang (epididimitis) sehingga menjadi infertil .
Pada pria, GO dapat dideteksi bila ditemukan cairan atau nanah berwarna putih kehijauan yang keluar dari lubang genital. Pria yang terinfeksi GO juga biasanya bakal merasakan nyeri saat berkemih. (Baca Juga: Diet Kaya Antioksidan Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus)
Lihat Juga :