Efektifitas Pengobatan Plasma Darah untuk Pasien Covid 19, Masih Belum Jelas

Kamis, 30 April 2020 - 14:49 WIB
Menurut Chospiandi, para pendonor yang merupakan pasien sudah dinyatakan sembuh dari covid 19 itu memiliki waktu kurang lebih hingga 90 hari untuk mendonorkan plasma darahnya. Pasalnya setelah itu plasma darah yang mengandung antibdodi atau immunoglobulin G (IgG) tersebut menjadi lemah. Mereka dapat mendonorkan kembali plasma darahnya setelah dua sampai tiga pekan pendonoran pertama dilakukan.

Metode pengobatan penyakit dengan menggunakan terapi plasma darah konvalesen bukan barang baru. Terapi ini sudah dilakukan lebih dari 100 tahun yang lalu. Dari catatan di bidang kedokteran diketahui, plasma darah konvalesen telah digunakan sebagai pengobatan sejak tahun 1890-an. Saat itu darah korban penyakit difteri yang sembuh diberikan kepada pasien difteri. Di abad ke-20, tepatnya pada tahun 1918, plasma darah diketahui menjadi pengobatan yang efektif saat pandemi Flu Spanyol saat itu. Di abad ini, terapi ini juga digunakan untuk mengelola puluhan penyakit, seperti campak dan cacar air. Di era millennium terapi plasma darah pernah dilakukan terhadap pasien yang terjangkit virus Ebola, SARS, MERS-CoV, dan H1N1.

Masih Harus Diuji

Khusus untuk pasien covid 19, Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menguji coba terapi plasma darah akhir Maret 2020 lalu. Saat itu para dokter dan peneliti di bawah koordinasi Food and Drug Administration (FDA) memantau dengan cermat bagaimana plasma bekerja di dalam tubuh untuk menyembuhkan pasien covid 19. Sejumlah negara China, Iran, India, dan Inggris pun lalu mengikuti jejak Amerika mulai menguji coba terapi ini. Saat ini, otoritas kesehatan di China telah mendaftarkan pengobatan dengan menggunakan plasma darah dalam pedoman pengobatan terbarunya untuk pasein yang berada dalam kondisi kritis.

Mereka yang telah terinfeksi virus corona dapat mulai membentuk antibodinya sendiri dalam hitungan hari. Antibodi ini dibuat khusus oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona baru dan dianggap sebagai komponen penting untuk masa pemulihan. Plasma darah diberikan dari mantan pasien covid-19 yang telah menjalani masa perawatan sekitar 21 hingga 28 hari.Sejumlah ahli kesehatan mengatakan bahwa antibodi ini dapat bekerja dengan cara menetralkan virus.

Saat obat atau vaksin penangakal covid 19 belum ditemukan. Pengobatan dengan plasma darah ini memang jadi kabar baik di tengah pandemi corona. Elliott Bennett Guerrero, peneliti plasma darah dari Stony Brook Medicine Amerika Serikat, mengatakan, terapi plasma darah ini bisa dilakukan sampai dunia kedokteran sudah berhasil menemukan vaksin yang terbukti aman, dan efektif, dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Guerrero menambahkan, darah dari seseorang yang sembuh usai terinfeksi virus corona kaya dengan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, plasma darah konvalesen dapat meningkatkan kemampuan tubuh yang luar biasa untuk mengembangkan antibodi dan kekebalan terhadap patogen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!