CERMIN: Belajar soal Kemenangan dan Kebahagiaan dari Tim Sepak Bola Terburuk Sedunia
Sabtu, 09 Desember 2023 - 07:23 WIB
Sejak awal kita melihat Thomas tak tertarik menjadi pelatih sepak bola di pulau terpencil yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik itu. Ia terpaksa melakukannya dan karenanya bisa jadi tim yang dipimpinnya pun merasa terpaksa menerimanya.
Meski seluruh tim menerimanya dengan baik, Thomas mempertahankan sikapnya yang arogan. Susah betul untuk menyukai protaganis kita kali ini. Tapi skenario, penyutradaraan, dibantu akting cemerlang Michael akan membuat kita memahami siapa sesungguhnya Thomas.
Foto: Searchlight Pictures
Next Goal Wins juga menarik karena memperlihatkan sebuah tim dengan sejumlah karakter menarik. Bintang lapangannya adalah seorang transgender bernama Jaiyah Saelua. Skenario yang ditulis Taika dan Iain Morris memberi ruang bagi kita melihat dan memahami dinamika hubungan pelatih-pemain antara Thomas dan Jaiyah dalam sebuah konfrontasi.
Mungkin memang butuh konfrontasi untuk membuat keduanya saling membuka diri, saling mengerti, dan memahami. Tak mudah bagi Jaiyah untuk tetap memainkan olahraga kesukaannya tanpa mengalami perundungan. Bukan oleh sesama anggota tim, tapi oleh tim lawannya kelak.
Namunsesungguhnya bukan hanya Jaiyah yang mengalami perundungan. Thomas pun sesungguhnya juga mengalaminya. Bukan hal mudah baginya untuk menerima tawaran pekerjaan tersebut. Dan ia selalu menganggap bahwa ia dikirim ke Samoa Amerika untuk membuat timnya menang.
Namun jawaban dari istrinya (yang sedang dalam proses perceraian), Gail, meluluhkan hati kita. “Kamu dikirim ke sana bukan untuk membuat mereka menang tapi untuk menyembuhkanmu.”
Foto: Searchlight Pictures
Di tengah pulau terpencil tanpa siapa pun yang dikenalnya mungkin memang menjadi cara terbaik bagi seseorang untuk mengenali kembali dirinya sendiri. Thomas merasa telah lama kehilangan dirinya yang dulu.
Telah lama kehilangan kebahagiaannya karena sebuah peristiwa yang menjungkirbalikkan hidupnya seketika. Justru dari tim sepak bola terburuk sedunia ia belajar bahwa ada hal yang lebih penting dari sekadar menang yaitu bahagia.
Meski seluruh tim menerimanya dengan baik, Thomas mempertahankan sikapnya yang arogan. Susah betul untuk menyukai protaganis kita kali ini. Tapi skenario, penyutradaraan, dibantu akting cemerlang Michael akan membuat kita memahami siapa sesungguhnya Thomas.
Foto: Searchlight Pictures
Next Goal Wins juga menarik karena memperlihatkan sebuah tim dengan sejumlah karakter menarik. Bintang lapangannya adalah seorang transgender bernama Jaiyah Saelua. Skenario yang ditulis Taika dan Iain Morris memberi ruang bagi kita melihat dan memahami dinamika hubungan pelatih-pemain antara Thomas dan Jaiyah dalam sebuah konfrontasi.
Mungkin memang butuh konfrontasi untuk membuat keduanya saling membuka diri, saling mengerti, dan memahami. Tak mudah bagi Jaiyah untuk tetap memainkan olahraga kesukaannya tanpa mengalami perundungan. Bukan oleh sesama anggota tim, tapi oleh tim lawannya kelak.
Namunsesungguhnya bukan hanya Jaiyah yang mengalami perundungan. Thomas pun sesungguhnya juga mengalaminya. Bukan hal mudah baginya untuk menerima tawaran pekerjaan tersebut. Dan ia selalu menganggap bahwa ia dikirim ke Samoa Amerika untuk membuat timnya menang.
Namun jawaban dari istrinya (yang sedang dalam proses perceraian), Gail, meluluhkan hati kita. “Kamu dikirim ke sana bukan untuk membuat mereka menang tapi untuk menyembuhkanmu.”
Foto: Searchlight Pictures
Di tengah pulau terpencil tanpa siapa pun yang dikenalnya mungkin memang menjadi cara terbaik bagi seseorang untuk mengenali kembali dirinya sendiri. Thomas merasa telah lama kehilangan dirinya yang dulu.
Telah lama kehilangan kebahagiaannya karena sebuah peristiwa yang menjungkirbalikkan hidupnya seketika. Justru dari tim sepak bola terburuk sedunia ia belajar bahwa ada hal yang lebih penting dari sekadar menang yaitu bahagia.
Lihat Juga :