Review Film Telur Setengah Matang: Labirin Sesal Tak Berujung
Rabu, 20 Desember 2023 - 15:02 WIB
Foto: Viddsee Indonesia
Itulah gerak kisah yang dihadirkan Puspa Intan Fitriamurti selaku penulis skenario dalam arahan sutradara Reni Apriliana. Kolaborasi dengan Wayang Suket Indonesia menjadi sangat menarik dalam mendukung keutuhan penyajian cerita.
Selain itu, film yang diproduseri Helvana D. Yulian (2019) ini juga menghadirkan lagu asli yang memikat, Kesunyian Abadi. Lirik lagu yang ditulis oleh Gigin Ahmadi dan dilantunkan Reni Apriliana, terasa menggigit.
Film ini mengisahkan tokoh karakter Ares dan Aya yang berpacaran hingga hamil di luar nikah. Brenda, tokoh karakter ketiga, yang mengetahui hal ini menjadi marah besar. Konflik pun terjadi di antara ketiganya.
Padatahun yang sama, hadir film Satu Jam Saja yang diperankan oleh Vino G Bastian, Andhika Pratama, dan Revalina S. Temat. Film ini berkisah tentang tiga sahabat yang berjanji untuk tidak saling mencintai. Komitmen ini menjadi pertaruhan besar di antara mereka.
Film Salawaku dirilis pada 2016 dengan latar pulau Seram. Film ini menuturkan karakter bernama Salawaku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia dengan tulus dan berani melindungi kakaknya.
Baca Juga: CERMIN: Amanda Nell Eu dan Eksperimennya soal Menstruasi
Kakaknya yang bernama Binaiya, harus meninggalkan kampung halaman mereka. Keterpaksaan tersebut sebagai akibat hamil di luar nikah dengan anak kepala adat kampung tersebut.
Film Indonesia lainnya yang dirilis pada 2018, mengambil judul MBA (Married by Accident). Mengisahkan pasangan remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. Yang menjadi korban adalah karakter perempuan yang diperankan oleh Nikita Willy.
Terakhir, kita bisa menikmati Dua Garis Biru (2019). Film ini mengisahkan sepasang remaja yang harus menghadapi kenyataan hamil di luar nikah. Konflik kian runcing sebab keduanya datang dari status sosial berbeda.
Tentu kita bisa berharap banyak, sebab film adalah medium yang bisa diterima dengan baik dan melakukan penetrasi yang jauh. Edukasi melalui film, termasuk film pendek Telur Setengah Matang, bisa menjadi sarana yang menumbuh perbincangan dalam komunitas-komunitas untuk menumbuhkan kesadaran atau inspirasi tanpa paksaan.
Ang Tek Khun
Penikmat cerita melalui medium bacaan dan tontonan
Itulah gerak kisah yang dihadirkan Puspa Intan Fitriamurti selaku penulis skenario dalam arahan sutradara Reni Apriliana. Kolaborasi dengan Wayang Suket Indonesia menjadi sangat menarik dalam mendukung keutuhan penyajian cerita.
Selain itu, film yang diproduseri Helvana D. Yulian (2019) ini juga menghadirkan lagu asli yang memikat, Kesunyian Abadi. Lirik lagu yang ditulis oleh Gigin Ahmadi dan dilantunkan Reni Apriliana, terasa menggigit.
Film Tentang Kehamilan di Luar Pernikahan
Film Telur Setengah Matang tentu tidak sendirian dalam mengisahkan persoalan hamil di nikah. Dalam ranah sinema Indonesia, sejumlah film lain bisa disebutkan di sini. Pada 2010 hadir film Belum Cukup Umur hasil besutan Nayato Fio Nuala.Film ini mengisahkan tokoh karakter Ares dan Aya yang berpacaran hingga hamil di luar nikah. Brenda, tokoh karakter ketiga, yang mengetahui hal ini menjadi marah besar. Konflik pun terjadi di antara ketiganya.
Padatahun yang sama, hadir film Satu Jam Saja yang diperankan oleh Vino G Bastian, Andhika Pratama, dan Revalina S. Temat. Film ini berkisah tentang tiga sahabat yang berjanji untuk tidak saling mencintai. Komitmen ini menjadi pertaruhan besar di antara mereka.
Film Salawaku dirilis pada 2016 dengan latar pulau Seram. Film ini menuturkan karakter bernama Salawaku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia dengan tulus dan berani melindungi kakaknya.
Baca Juga: CERMIN: Amanda Nell Eu dan Eksperimennya soal Menstruasi
Kakaknya yang bernama Binaiya, harus meninggalkan kampung halaman mereka. Keterpaksaan tersebut sebagai akibat hamil di luar nikah dengan anak kepala adat kampung tersebut.
Film Indonesia lainnya yang dirilis pada 2018, mengambil judul MBA (Married by Accident). Mengisahkan pasangan remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. Yang menjadi korban adalah karakter perempuan yang diperankan oleh Nikita Willy.
Terakhir, kita bisa menikmati Dua Garis Biru (2019). Film ini mengisahkan sepasang remaja yang harus menghadapi kenyataan hamil di luar nikah. Konflik kian runcing sebab keduanya datang dari status sosial berbeda.
Pesan Moral dan Edukasi
Semua film yang berkisah tentang tentang kehamilan di luar nikah, terutama yang terjadi pada usia belia, mengantarkan pesan moral dan edukasi kepada penonton. Ini pilihan yang sangat baik manakala pendidikan seks formal di sekolah masih menjadi pergumulan.Tentu kita bisa berharap banyak, sebab film adalah medium yang bisa diterima dengan baik dan melakukan penetrasi yang jauh. Edukasi melalui film, termasuk film pendek Telur Setengah Matang, bisa menjadi sarana yang menumbuh perbincangan dalam komunitas-komunitas untuk menumbuhkan kesadaran atau inspirasi tanpa paksaan.
Ang Tek Khun
Penikmat cerita melalui medium bacaan dan tontonan
(ita)
Lihat Juga :