Stunting Ancaman untuk Generasi Bangsa, Prevalensi di Indonesia Masih Tinggi
Jum'at, 19 Januari 2024 - 20:02 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Kartini Perindo sekaligus Caleg DPR RI dapil Jawa Barat 5 Eva Mutia dalam Podcast Aksi Nyata di kanal YouTube Partai Perindo, Kamis (18/1/2024). Foto/YouTube Partai Perindo
JAKARTA - Stunting merupakan masalah global yang serius. Saat ini ada lebih dari 160 juta anak usia balita di seluruh dunia yang mengalami stunting.
Masalah stunting juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), walaupun berhasil turun sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun 2021, prevalensi stunting Indonesia pada 2022 masih berada di angka 21,6 persen.
Angka ini masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.
Prevalensi stunting merupakan masalah besar karena menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang. Hal ini turut menjadi perhatian Sekretaris Jenderal DPP Kartini Perindo sekaligus Caleg DPR RI dapil Jawa Barat 5 Eva Mutia.
Masalah stunting juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), walaupun berhasil turun sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun 2021, prevalensi stunting Indonesia pada 2022 masih berada di angka 21,6 persen.
Angka ini masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.
Prevalensi stunting merupakan masalah besar karena menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang. Hal ini turut menjadi perhatian Sekretaris Jenderal DPP Kartini Perindo sekaligus Caleg DPR RI dapil Jawa Barat 5 Eva Mutia.
Lihat Juga :