Rumah Kenangan, Teater Daring Pertama Tanpa Penonton
Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:01 WIB
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian mengatakan, seni merupakan salah satu media yang paling berhasil dalam merespon situasi, sehingga selalu berkembang sesuai zaman dan dapat beradaptasi dengan beragam kemungkinan. Seperti pandemi COVID-19 yang membuat perubahan dimensional dalam dunia seni pertunjukan , di mana ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik kini beralih ke ruang daring. Namun, ruang daring juga memberikan kesempatan menonton yang sama bagi para penikmat seni di berbagai daerah.
“Pementasan "Rumah Kenangan" menghadirkan formula baru dalam menyelenggarakan dan mengapresiasi seni pertunjukan. Semoga hal ini dapat mendorong seni pertunjukan di Indonesia agar kembali menggeliat dan para pekerja seni kembali berkarya,” ujar Renitasari dalam jumpa pers, Selasa (11/8).
"Rumah Kenangan" adalah kisah tentang enam manusia dengan beragam karakter yang diikat karena persaudaraan. Disebabkan oleh pandemi COVID-19, mereka terpaksa berada di satu rumah bersama setelah sebelumnya berpencar. Ternyata segala yang selama ini terpendam, terbuka secara perlahan di dalam sebuah rumah kenangan.
Pementasan teater ini diproduseri oleh Happy Salma dan Butet Kartaredjasa. Ide cerita dicetuskan oleh Happy dan naskah ditulis oleh Agus Noor yang juga menyutradarai pementasan ini. Pementasan "Rumah Kenangan" mengumpulkan nama-nama pemain yang berdedikasi di dunia film dan teater yaitu Butet Kartaredjasa , Happy Salma, Ratna Riantiarno, Susilo Nugroho, Reza Rahadian, dan Wulan Guritno.
Pentas ini juga melibatkan jejeran kerabat kerja yang telah malang melintang di dunia seni pertunjukan, yaitu Iskandar Loedin dan Deden Jalaludin Bulqini sebagai Penata Artistik, Indra Ing sebagai Penata Musik, Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum, dan FourColors Production sebagai Tim Alih Media.
“Pementasan "Rumah Kenangan" menghadirkan formula baru dalam menyelenggarakan dan mengapresiasi seni pertunjukan. Semoga hal ini dapat mendorong seni pertunjukan di Indonesia agar kembali menggeliat dan para pekerja seni kembali berkarya,” ujar Renitasari dalam jumpa pers, Selasa (11/8).
"Rumah Kenangan" adalah kisah tentang enam manusia dengan beragam karakter yang diikat karena persaudaraan. Disebabkan oleh pandemi COVID-19, mereka terpaksa berada di satu rumah bersama setelah sebelumnya berpencar. Ternyata segala yang selama ini terpendam, terbuka secara perlahan di dalam sebuah rumah kenangan.
Pementasan teater ini diproduseri oleh Happy Salma dan Butet Kartaredjasa. Ide cerita dicetuskan oleh Happy dan naskah ditulis oleh Agus Noor yang juga menyutradarai pementasan ini. Pementasan "Rumah Kenangan" mengumpulkan nama-nama pemain yang berdedikasi di dunia film dan teater yaitu Butet Kartaredjasa , Happy Salma, Ratna Riantiarno, Susilo Nugroho, Reza Rahadian, dan Wulan Guritno.
Pentas ini juga melibatkan jejeran kerabat kerja yang telah malang melintang di dunia seni pertunjukan, yaitu Iskandar Loedin dan Deden Jalaludin Bulqini sebagai Penata Artistik, Indra Ing sebagai Penata Musik, Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum, dan FourColors Production sebagai Tim Alih Media.
Lihat Juga :