Mengenal Layanan Pain Management, Prosedur Medis untuk Atasi Nyeri pada Tubuh

Sabtu, 20 Januari 2024 - 19:19 WIB
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Harapan Keluarga member of Radjak Hospital Group dr. Juliando, Sp.OT, menjelaskan, masyarakat awam biasa mengenal pain management dengan istilah manajemen nyeri, yang mana hal tersebut adalah tindakan minimal invasif dengan menggunakan panduan alat dalam menangani nyeri, baik nyeri akut maupun kronik.

"Di sini apa saja prosedurnya? Prosedur yang digunakan ialah memasukkan obat ke tubuh bagian yang nyeri dengan menggunakan USG sebagai panduannya, supaya tepat sasaran," terang dr. Julianto belum lama ini.

Dokter Julianto menyampaikan, obat yang digunakan dalam tindakan ini, Steroit dan Platelet Rich Plasma serta Proloterapi, adalah obat yang memperbaiki struktur jaringan. Misalnya otot ataupun tendon yang mengalami kerusakan dan sebagai asal nyeri.

"Bisa juga dengan melakukan pemberian blok pada saraf, tindakan radio frekuensi atau neuro modulasi, yaitu melakukan abrasi pada tahap yang menimbulkan nyeri. Untuk alat-alat panduannya itu pun bukan hanya USG, ada juga poroskopi. Tapi yang lebih sering dipakai adalah USG, karena USG lebih mudah didapat, mungkin di seluruh rumah sakit sudah ada. Tapi memang kita butuh keahlian khusus untuk menggunakan USG guna melakukan pain management ini," paparnya.

Lebih jauh dr. Julianto mengungkapkan, sesuai perkembangan teknologi, RS Harapan Keluarga Cikarang turut mengikuti perkembangan kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang nyaman dan aman.

"Pain management di RS Harapan Keluarga Cikarang digunakan dan makin berkembang, dikarenakan efek samping yang ditimbulkan sangat sedikit. Jadi pasien dengan dilakukan tindakan injeksi, terus tepat sasaran, tidak dilakukan tindakan pembedahan atau yang sudah dilakukan pembedahan masih ditimbulkan nyeri. Atau apabila pasien yang sudah meminum obat selama berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tetapi masih menimbulkan gejala nyeri, itu bisa kita tangani dengan pain management," katanya.

"Pasien-pasien yang sudah mengalami gangguan pada ginjalnya karena tidak bisa minum obat, karena terlalu sering atau pasien mempunyai riwayat alergi terhadap obat, itu bisa juga kita lakukan pemberian atau penanganan nyeri dengan menggunakan pain intervention," tambah dr. Julianto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!