Mengenal Metode Penanganan Pasien Obesitas di Radjak Hospital Salemba
Kamis, 08 Februari 2024 - 05:30 WIB
Istimewa
Penanganan awal ini juga akan menelaah terkait dampak dari obesitas, misalnya 'ngorok'.
"Setelah diketahui masalahnya, pasien akan kita rujuk pada ahli gizi klinik, sebagai lini awal perawatan. Yaitu melalui pengaturan diet yang sesuai. Kita juga akan menyediakan pengaturan oleh tubuh, yang disusun oleh tim sport medis kita. Termasuk penanganan oleh tim psikiatri untuk mengubah kebiasaan gaya hidup pasien," urainya.
Dokter Ponco mengatakan, evaluasi langkah non invasif ini biasanya dilakukan selama 1-3 bulan.
"Jika memang terlihat penurunan berat badan, maka kita akan lanjutkan proses non invasifnya. Tapi, jika setelah tiga bulan tidak ada perubahan, malah berat badan naik, barulah kita melakukan penanganan invasif," katanya lagi.
Di Radjak Hospital Salemba, lanjut dr. Ponco, ada dua penanganan invasif untuk obesitas, yakni pemasangan balon dan bedah bariatrik.
Penanganan awal ini juga akan menelaah terkait dampak dari obesitas, misalnya 'ngorok'.
"Setelah diketahui masalahnya, pasien akan kita rujuk pada ahli gizi klinik, sebagai lini awal perawatan. Yaitu melalui pengaturan diet yang sesuai. Kita juga akan menyediakan pengaturan oleh tubuh, yang disusun oleh tim sport medis kita. Termasuk penanganan oleh tim psikiatri untuk mengubah kebiasaan gaya hidup pasien," urainya.
Dokter Ponco mengatakan, evaluasi langkah non invasif ini biasanya dilakukan selama 1-3 bulan.
"Jika memang terlihat penurunan berat badan, maka kita akan lanjutkan proses non invasifnya. Tapi, jika setelah tiga bulan tidak ada perubahan, malah berat badan naik, barulah kita melakukan penanganan invasif," katanya lagi.
Di Radjak Hospital Salemba, lanjut dr. Ponco, ada dua penanganan invasif untuk obesitas, yakni pemasangan balon dan bedah bariatrik.
Lihat Juga :