Sadanis dan Sadari, Tips Dokter untuk Deteksi Kanker Payudara

Jum'at, 09 Februari 2024 - 02:20 WIB
Baca Juga: Suka Lapar saat Lihat Konten Makanan di Media Sosial? Ini Alasannya

Pengobatan dan penyembuhan kanker payudara, sambung dr. Desak, tidak bisa hanya menggunakan satu keilmuan, melainkan multidisipliner. Terapi merupakan salah satu jalan yang bisa penderita kanker payudara dapatkan untuk mengusahakan penyembuhannya.

“Ada dua terapi lokal, yaitu pembedahan dan penyinaran atau radiasi. Kemudian yang lainnya adalah terapi sistemik. Jadi, pemberian kemoterapi, terapi target, terapi hormonal. Modalitas terapinya banyak,” bebernya.

Hanya, bukan berarti kanker payudara tersebut tidak akan pernah muncul kembali setelah melakukan pembedahan. Hal itu bisa saja terjadi, tergantung pada pengukuran dan jenis kankernya. Selain itu, bisa juga karena dokter yang telah melakukan pembedahan tidak radikal, masih tersisa tumor yang akhirnya muncul kembali.

“Sepanjang kita (para dokter) mengerjakan pembedahan dengan cara yang benar, mendapat pengobatan dengan cara yang benar, kemungkinan untuk terjadinya kekambuhan akan terminimalisirkan,” pungkasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!