Penting Mengenali Gejala ADHD pada Anak
Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:41 WIB
Spesialis Anak dr. Herbowo Agung F Soetomenggolo, Sp.A (K) mengatakan, baik orangtua, keluarga, guru, maupun pengasuh dari anak dengan ADHD membutuhkan pengetahuan serta bimbingan agar dapat membantu anak tersebut mengendalikan gejala-gejala ADHD dan menerapkan pola hidup sehat pada anak.
“Anak dengan ADHD tidak dapat sembuh secara total, namun jika didiagnosis sejak dini lalu diberikan perawatan serta terapi yang tepat, maka anak dengan ADHD dapat beradaptasi dan menjalankan aktvitasnya, baik di sekolah maupun kehidupan sehari-hari secara normal,” kata dr. Herbowo dalam Webinar yang diadakan Johnson & Johnson Indonesia.
Sementara itu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, pandemi global virus corona menyebabkan banyak ketidakpastian yang dapat menyebabkan masyarakat lebih cemas, terutama orangtua dengan anak kondisi tertentu, seperti ADHD.
“Kami sadar bahwa orangtua tersebut membutuhkan dukungan lebih, dalam hal informasi yang jelas dan benar untuk membantu mereka menjaga anak selama masa pandemi,” ujar Devy.
Hingga saat ini penyebab ADHD belum diketahui secara pasti, namun menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, sejumlah kasus ADHD menunjukkan adanya beberapa bagian otak berukuran lebih kecil dan metabolisme di otaknya mengalami penurunan di daerah tertentu. Selain itu juga mengalami kekurangan beberapa bahan kimia di otak, seperti dopamin atau norepinefrin dan serotonin.
“Anak dengan ADHD tidak dapat sembuh secara total, namun jika didiagnosis sejak dini lalu diberikan perawatan serta terapi yang tepat, maka anak dengan ADHD dapat beradaptasi dan menjalankan aktvitasnya, baik di sekolah maupun kehidupan sehari-hari secara normal,” kata dr. Herbowo dalam Webinar yang diadakan Johnson & Johnson Indonesia.
Sementara itu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, pandemi global virus corona menyebabkan banyak ketidakpastian yang dapat menyebabkan masyarakat lebih cemas, terutama orangtua dengan anak kondisi tertentu, seperti ADHD.
“Kami sadar bahwa orangtua tersebut membutuhkan dukungan lebih, dalam hal informasi yang jelas dan benar untuk membantu mereka menjaga anak selama masa pandemi,” ujar Devy.
Hingga saat ini penyebab ADHD belum diketahui secara pasti, namun menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, sejumlah kasus ADHD menunjukkan adanya beberapa bagian otak berukuran lebih kecil dan metabolisme di otaknya mengalami penurunan di daerah tertentu. Selain itu juga mengalami kekurangan beberapa bahan kimia di otak, seperti dopamin atau norepinefrin dan serotonin.
Lihat Juga :