Kenapa Tidak Boleh Minum Teh setelah Makan Nasi?
Jum'at, 23 Februari 2024 - 04:43 WIB
Kenapa tidak boleh minum teh setelah makan nasi? Ada beberapa hal yang melatarinya. Foto/ adobe stock
JAKARTA - Kenapa tidak boleh minum teh setelah makan nasi? Ada beberapa hal yang melatari Anda tidak disarankan minum teh usai makan berat.
Diketahui, daun teh bersifat asam dan akan mempengaruhi proses pencernaan. Jika Anda mengonsumsi protein dalam makanan, asam dari teh akan mengeraskan kandungan protein sehingga sulit dicerna.
Baca Juga: Benarkah Wanita Butuh Lebih Sedikit Olahraga Dibandingkan Pria? Ini Faktanya Berdasarkan Penelitian
Dilansir panafricarekenya, kandungan kafein yang ada pada teh dapat menghambat penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan.
Jika Anda mengonsumsi protein dalam makanan, asam dari teh akan mengeraskan kandungan protein sehingga sulit dicerna. Minum teh setelah makan juga meredakan gas dan perut kembung di perut.
Makanan kaya zat besi dan protein sebaiknya tidak dikonsumsi dengan teh karena adanya tanin, yang ditemukan dalam kacang-kacangan dan sereal. Penghilangan kulit biji dapat menurunkan kadar tanin pada pangan. Tanin diidentifikasi berdasarkan rasa pahit, astringency, dan kecenderungannya untuk berikatan dengan protein.
Diketahui, daun teh bersifat asam dan akan mempengaruhi proses pencernaan. Jika Anda mengonsumsi protein dalam makanan, asam dari teh akan mengeraskan kandungan protein sehingga sulit dicerna.
Baca Juga: Benarkah Wanita Butuh Lebih Sedikit Olahraga Dibandingkan Pria? Ini Faktanya Berdasarkan Penelitian
Dilansir panafricarekenya, kandungan kafein yang ada pada teh dapat menghambat penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan.
Jika Anda mengonsumsi protein dalam makanan, asam dari teh akan mengeraskan kandungan protein sehingga sulit dicerna. Minum teh setelah makan juga meredakan gas dan perut kembung di perut.
Makanan kaya zat besi dan protein sebaiknya tidak dikonsumsi dengan teh karena adanya tanin, yang ditemukan dalam kacang-kacangan dan sereal. Penghilangan kulit biji dapat menurunkan kadar tanin pada pangan. Tanin diidentifikasi berdasarkan rasa pahit, astringency, dan kecenderungannya untuk berikatan dengan protein.
Lihat Juga :