9 Masalah Etika dalam AI atau Kecerdasan Buatan yang Perlu Kamu Ketahui
Sabtu, 03 Februari 2024 - 12:00 WIB
Masih terkait dengan poin nomor satu, sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersisa hanya akan terbagi kepada orang-orang yang menjalankan mesin atausistem AI. Ini lagi-lagi akan memperlebar kesenjangansosial dan gaji.
Yang menyedihkan, justru perusahaan bisa jadi akan lebih hemat tanpa menggunakan banyak tenaga kerja manusia.
Foto: Getty Images
Manusia mungkin akan membentuk suatu ikatan dengan robot, bahkan akan merasa kecintaannya dengan robot karena kerja manusia yang termudahkan.Risiko yang terjadi jika terus bergantung pada AI adalah hilangnya kemampuan berpikir dan kreativitas diri.
Namun, mungkin ada aplikasi alternatif untuk perangkat lunak yang berguna untuk memusatkan perhatian dan mendorong perilaku tertentu pada manusia. Jika diterapkan dengan tepat, hal ini bisa jadi peluang untuk mendorong individu bertindak dengan cara yang lebih bermanfaat bagi mereka.
Foto:Flo Ngala/The New York Times
AI dibuat oleh manusia, sehingga akan rentan terkena bias. Bias ini dapat mengakibatkan ketidakadilan dan diskriminasi pada kelompok tertentu.
Ada beberapa aktivitas yang menunjukkan bias, salah satunya image roulette (aplikasi pengenalan wajah) yang membuat pandangan tentang foto wajah yang diunggah mulai dari jenis kelamin dan profesi hingga karakter pribadi. kemudian aplikasi ini dikritik karena dianggap menyinggung, tidak akurat, dan rasis.
Jika pengembangnya sendiri tidak mengevaluasi dan mengatasi bias ini, AI dan aplikasi dapat melebarluaskan ketidakadilan dan diskriminasi tersebut.
Yang menyedihkan, justru perusahaan bisa jadi akan lebih hemat tanpa menggunakan banyak tenaga kerja manusia.
3. Mesin Bisa Memengaruhi Interaksi Manusia
Foto: Getty Images
Manusia mungkin akan membentuk suatu ikatan dengan robot, bahkan akan merasa kecintaannya dengan robot karena kerja manusia yang termudahkan.Risiko yang terjadi jika terus bergantung pada AI adalah hilangnya kemampuan berpikir dan kreativitas diri.
Namun, mungkin ada aplikasi alternatif untuk perangkat lunak yang berguna untuk memusatkan perhatian dan mendorong perilaku tertentu pada manusia. Jika diterapkan dengan tepat, hal ini bisa jadi peluang untuk mendorong individu bertindak dengan cara yang lebih bermanfaat bagi mereka.
4. Bias dalam AI
Foto:Flo Ngala/The New York Times
AI dibuat oleh manusia, sehingga akan rentan terkena bias. Bias ini dapat mengakibatkan ketidakadilan dan diskriminasi pada kelompok tertentu.
Ada beberapa aktivitas yang menunjukkan bias, salah satunya image roulette (aplikasi pengenalan wajah) yang membuat pandangan tentang foto wajah yang diunggah mulai dari jenis kelamin dan profesi hingga karakter pribadi. kemudian aplikasi ini dikritik karena dianggap menyinggung, tidak akurat, dan rasis.
Jika pengembangnya sendiri tidak mengevaluasi dan mengatasi bias ini, AI dan aplikasi dapat melebarluaskan ketidakadilan dan diskriminasi tersebut.
Lihat Juga :