Tidur di Lantai Bikin Rematik, Mitos atau Fakta?

Jum'at, 01 Maret 2024 - 02:31 WIB
“Satu karena keras, dua karena dingin. Itu kaya kuncinya dingin. Kita kan manusia darah hangat ya, kita senang sama sesuatu yang hangat. Apalagi orang indonesia di khatulistiwa udaranya panas,” ucap dia lagi.

Jadi timbulkan rasa pegal linu di tubuh setelah tidur di lantai adalah dingin dari lantai, bukan rematik.

“Begitu kita tidur di lantai, lantai tuh tegel ya. Tegel itu mengantarkan dingin yang baik. Dan dia bikin kita kena dingin terus-terusan selama berjam-jam. Itu memberikan rasa yang tidak nyaman signifikan,” kata dr. Roger.

Dingin dari lantai terkena pada otot tubuh yang menyebabkan nyeri. Ini sungguh berbeda dari rematik. Pasalnya rematik merupakan pegal linu pada bagian persendian, bukan otot.

“Rematik suatu kondisi kelainan pada sendi atau inflamasi yang sebenarnya harus ditemui itu rheumatoid factor,” kata dr. Roger.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!