Mengetahui Sejarah Hagia Sophia Melalui Tur Virtual
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:45 WIB
Meski hanya melalui tur virtual, rekan media dapat dengan jelas menikamti keindahan aristektur bangunan yang menjadi landmark paling memikat di jantung kota Istanbul, Turki ini. Hagia Sophia telah menjadi simbol penting bagi Kristen Ortodoks dan Muslim selama berabad-abad, sekaligus menjadi warisan kebudayaan bagi Negara Turki.
“Selama 1,5 abad sejak didirikan, Hagia Sophia telah beralih fungsi seiring dengan empat era kekuasaan yang berbeda. Inilah mengapa, Hagia Sophia bukan hanya menjadi sebuah arsitektur bermuatan sejarah, tapi juga menjadi ikon kekuasaan, dan simbol kepercayaan,” jelas Tugrul Turnali, pemandu wisata yang berdomisili di Istanbul. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang tertidur Selama 100 Juta Tahun)
Memasuki pintu masuk Hagia Sophia, rekan media dibuat kagum dengan mozaik kuno nan agung dari kekaisaran Bizantium dan Osmani. Sambil berkeliling menggunakan kamera, Tugrul pun menjelaskan sejarah singkat bangunan yang dibangun sebagai sebuah gereja pada tahun 360 Masehi ini.
“Bangunan ini dibangun di Abad ke-3 yakni Era Kekaisaran Bizantium sebagai Gereja Ortodoks & Katedral. Namun, gempa bumi pada 1344 menghancurkan struktur bangunan, dan untuk sementara, Bizantium menutup area tempat ibadah selama beberapa waktu,” ujar Tugrul.
Era Kekaisaran Bizantium berakhir pada 1453, setelah ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman. Setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel, status Hagia Sophia beralih menjadi sebuah masjid. Saat itu, berbagai ornamen keagamaan kristen ditutupi dan ditambahkan dengan kaligrafi-kaligrafi besar dari seniman ternama pada masa itu, Kazasker Mustafa Izzet.
“Selama 1,5 abad sejak didirikan, Hagia Sophia telah beralih fungsi seiring dengan empat era kekuasaan yang berbeda. Inilah mengapa, Hagia Sophia bukan hanya menjadi sebuah arsitektur bermuatan sejarah, tapi juga menjadi ikon kekuasaan, dan simbol kepercayaan,” jelas Tugrul Turnali, pemandu wisata yang berdomisili di Istanbul. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang tertidur Selama 100 Juta Tahun)
Memasuki pintu masuk Hagia Sophia, rekan media dibuat kagum dengan mozaik kuno nan agung dari kekaisaran Bizantium dan Osmani. Sambil berkeliling menggunakan kamera, Tugrul pun menjelaskan sejarah singkat bangunan yang dibangun sebagai sebuah gereja pada tahun 360 Masehi ini.
“Bangunan ini dibangun di Abad ke-3 yakni Era Kekaisaran Bizantium sebagai Gereja Ortodoks & Katedral. Namun, gempa bumi pada 1344 menghancurkan struktur bangunan, dan untuk sementara, Bizantium menutup area tempat ibadah selama beberapa waktu,” ujar Tugrul.
Era Kekaisaran Bizantium berakhir pada 1453, setelah ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman. Setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel, status Hagia Sophia beralih menjadi sebuah masjid. Saat itu, berbagai ornamen keagamaan kristen ditutupi dan ditambahkan dengan kaligrafi-kaligrafi besar dari seniman ternama pada masa itu, Kazasker Mustafa Izzet.
Lihat Juga :