Mengenal Kanker Kolon dan Rektum, Ini Cara Deteksi Dini serta Gejalanya

Minggu, 03 Maret 2024 - 22:47 WIB
Dokter Yossi menambahkan, pemeriksaan feses merupakan cara umum yang bisa dilakukan, yang meliputi beberapa pemeriksaan. Di antaranya pemeriksaan FIT atau FIT-DNA. Metode satu ini dilakukan dengan menggabungkan beberapa pemeriksaan guna mendeteksi adanya perubahan DNA pada feses yang tidak bisa dilihat hanya dengan menggunakan mikroskop.

Lalu, pemeriksaan darah samar atau fecal occult blood test (FOBT).

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan darah yang terdapat pada feses," terang dokter yang berpraktik di Siloam Hospital Dhirga Surya Medan itu.

Pemeriksaan ini terbagi dalam dua jenis. Yaitu fetal immunochemical test (FIT), yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan mencampurkan feses dengan cairan khusus ke dalam mesin yang mengandung antibodi guna memeriksa adanya kandungan darah pada feses. Serta guaiac FOBT, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menempatkan feses pada kartu khusus yang diberi bahan kimia. Jika feses positif mengandung darah, kartu akan berubah warna.

Pemeriksaan kolonoscopi merupakan gold standard utk mendiagnosis kanker kolorektal. Ini merupakan pemeriksaan yang hampir mirip dengan sigmoidoskopi, tetapi menggunakan selang yang lebih panjang mencapai keseluruhan bagian usus besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!