Jepang Gunakan AI untuk Carikan Warganya Jodoh demi Tingkatkan Angka Pernikahan
Rabu, 13 Maret 2024 - 19:05 WIB
Menurut Children and Families Agency, 31 dari 47 prefektur di Jepang menawarkan layanan perjodohan AI untuk menemukan pasangan menikah pada akhir Maret tahun lalu. Di mana Pemerintah Metropolitan Tokyo ikut terlibat acara ini pada bulan Desember.
Dilansir dari The Japan Times, Rabu (13/3/2024) khawatir dengan menurunnya angka kelahiran dan populasi menua, Prefektur Ehime telah menggunakan data besar untuk mencocokkan warganya dengan calon pasangan.
Sistem prefektur merekomendasikan pasangan berdasarkan informasi pribadi yang terdaftar di pusat dukungan pernikahan dan riwayat penelusuran internet dari orang yang mencari pasangan.
“Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas wawasan masyarakat sehingga mereka tidak sebatas memikirkan institusi akademis apa yang dimasuki atau usia mereka,” kata konselor di pusat tersebut Hirotake Iwamaru.
Baca Juga: Kurnia Meiga Kepergok Mabuk saat Azhiera Hamil 6 Bulan hingga Diusir Mantan Mertua
Sekitar 90 pasangan menikah setiap tahun dengan dukungan dari pusat tersebut. "Kaum muda cenderung menyerahkan urusannya kepada orang lain. Jadi menurut saya kita perlu, sesekali, meminta data besar untuk merekomendasikan pasangan," ujar Katsuji Katayanagi dari pusat dukungan pernikahan.
Dilansir dari The Japan Times, Rabu (13/3/2024) khawatir dengan menurunnya angka kelahiran dan populasi menua, Prefektur Ehime telah menggunakan data besar untuk mencocokkan warganya dengan calon pasangan.
Sistem prefektur merekomendasikan pasangan berdasarkan informasi pribadi yang terdaftar di pusat dukungan pernikahan dan riwayat penelusuran internet dari orang yang mencari pasangan.
“Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas wawasan masyarakat sehingga mereka tidak sebatas memikirkan institusi akademis apa yang dimasuki atau usia mereka,” kata konselor di pusat tersebut Hirotake Iwamaru.
Baca Juga: Kurnia Meiga Kepergok Mabuk saat Azhiera Hamil 6 Bulan hingga Diusir Mantan Mertua
Sekitar 90 pasangan menikah setiap tahun dengan dukungan dari pusat tersebut. "Kaum muda cenderung menyerahkan urusannya kepada orang lain. Jadi menurut saya kita perlu, sesekali, meminta data besar untuk merekomendasikan pasangan," ujar Katsuji Katayanagi dari pusat dukungan pernikahan.
Lihat Juga :