6 Langkah untuk Pastikan Skincare Anda Aman Digunakan

Selasa, 02 April 2024 - 03:14 WIB
Ahli Kulit dan Kecantikan dr. Naila Bilfaqih, Dipl. AAAM mengungkapkan, hal terpenting dalam memilih skincare adalah pastikan kita paham terhadap 2 hal, yakni jenis kulit serta kandungan di dalam produk yang akan digunakan. Terutama di bulan Ramadan saat umat muslim lebih mendalami agama, sikap tabayyun atau melakukan cek dan ricek juga baiknya dilakukan saat memilih skincare.

"Tidak perlu terburu-buru apalagi termakan informasi yang simpang siur atau memilih produk skincare hanya karena ikut-ikutan. Jangan sampai saat mudik nanti malah terkena dampak buruk akibat menggunakan produk yang tidak terjamin, seperti iritasi, alergi, peradangan hingga merusak lapisan kulit secara permanen dan meningkatkan risiko penyakit mematikan misalnya autoimun dan kanker. Apabila ragu, sebaiknya konsultasikanlah kebutuhan skincare kepada ahlinya," beber dr. Naila.

Skincare yang patut diwaspadai adalah yang mengandung bahan berbahaya seperti bakteri, virus hingga jamur, karena proses pembuatannya yang asal-asalan. Berikut beberapa langkah untuk memastikan skincare yang #AmanTerpercaya.

1. Melakukan Survei Harga

Harga produk yang terlalu rendah adalah salah satu ciri khas skincare palsu. Biasakan untuk mengecek harga produk standar di toko resmi sebelum membeli skincare. Untuk MS GLOW, harga produk yang dijual di akun marketplace official, biasanya memiliki kisaran yang sama dengan harga reseller.

2. Mengecek Barcode

Beberapa produsen produk perawatan kulit saat ini sudah lazim menempatkan barcode dan kode unik yang dapat dipindai. Jika produknya asli, situs resmi brand akan menampilkan informasi lengkap terkait produk.

3. Teliti Kemasan, Tanggal Kadaluarsa, dan Label Produk

Produk asli biasanya memiliki kemasan rapi dan kokoh, terutama produk premium. Mengetahui detail kemasan dari produk skincare yang Anda gunakan penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Lakukan cross check melalui foto yang ada di media sosial resmi. Jika terlihat ringkih, dengan kesalahan eja dan sticker yang ditempel asal, bisa jadi produk palsu.

Produk palsu biasanya tidak memiliki keterangan kadaluarsa dan informasi tentang komposisi produk. Tanggal kadaluarsa ditentukan melalui serangkaian tes dan uji coba untuk mengukur keamanan dan ditetapkan saat pengembangan produk. Walau terlihat sederhana, tanggal kadaluarga menunjukkan kalau produsen serius dalam memahami kondisi mikrobiologi, kimia, juga kualitas bahan baku serta proses produksi suatu produk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!