Populasi Menurun, Warga Jepang Diprediksi Akan Bermarga Sato pada 2531
Senin, 08 April 2024 - 09:00 WIB
Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehat Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur
"Jika semua orang menjadi Sato, kita mungkin harus disapa dengan nama depan atau nomor. Menurutku itu bukanlah dunia yang baik untuk ditinggali," kata Hiroda Yoshida.
Ia juga mengklaim bahwa hal tersebut akan berdampak negatif terhadap martabat individu. Parahnya, hal ini bisa berujung pada hilangnya warisan keluarga dan daerah.
"Hal ini tidak hanya akan merepotkan tetapi juga merendahkan martabat individu," jelas Yoshida.
Semua ini tidak akan berubah kecuali ada undang-undang khusus yang akan disahkan. Yoshida mengungkap bahwa jika pasangan suami istri diperbolehkan menggunakan nama belakang yang berbeda, maka tren penggunaan Sato sebagai satu-satunya nama belakang yang tersedia akan dapat dihindari.
"Jika semua orang menjadi Sato, kita mungkin harus disapa dengan nama depan atau nomor. Menurutku itu bukanlah dunia yang baik untuk ditinggali," kata Hiroda Yoshida.
Ia juga mengklaim bahwa hal tersebut akan berdampak negatif terhadap martabat individu. Parahnya, hal ini bisa berujung pada hilangnya warisan keluarga dan daerah.
"Hal ini tidak hanya akan merepotkan tetapi juga merendahkan martabat individu," jelas Yoshida.
Semua ini tidak akan berubah kecuali ada undang-undang khusus yang akan disahkan. Yoshida mengungkap bahwa jika pasangan suami istri diperbolehkan menggunakan nama belakang yang berbeda, maka tren penggunaan Sato sebagai satu-satunya nama belakang yang tersedia akan dapat dihindari.
Lihat Juga :