CERMIN: Dua Hati Biru, Belajar soal Pengasuhan Anak lewat Film
Jum'at, 19 April 2024 - 11:40 WIB
Kita melihatnya mencurahkan segala kasih sayang dan sebagian besar waktunya, tapi tentu saja itu tak cukup. Setidaknya itulah menurut Dara yang baru pulang dari Korea.
Dara yang menurutnya sudah bertumbuh sementara Bima masih jalan di tempat. Dua orang yang berbeda tak mencoba menemukan titik temu ketika mengayuh biduk rumah tangga tentu saja adalah sebuah resep kekacauan.
Foto: Starvision
Sekali lagi kita melihat Gina yang juga seorang ibu terampil betul mengajak penonton belajar, dari bagaimana Bima dan Dara mengarahkan biduk rumah tangganya.
Saya kira tak ada yang pernah siap menjadi orang tua. Karena tak ada rumusan baku bagaimana mengasuh anak yang selalu datang ke pangkuan orang tuanya dengan keunikan masing-masing. Saya menjadi orang tua pada usia 32 tahun pun merasa begitu bodoh ketika pertama kali menjadi ayah dari seorang putri kecil.
Namun saya belajar dari hari ke hari, dengan membaca banyak hal soal pengasuhan anak. Saya menonton banyak video tentang pengalaman orang tua ketika menemukan masalah demi masalah dengan anak-anaknya, melihat sesama orang tua lainnya membuat kesalahan demi kesalahan.
Namun terutama saya mencoba menjadi teman mereka (meski tak akan mudah) dengan mencoba mengerti setiap fase yang mereka lalui. Kini anak pertama saya sudah berusia 13 tahun, sudah menjadi gadis remaja, sudah mengalami menstruasi dan tentu saja saya masih terus menyiapkan mental untuk apa pun yang mungkin bisa terjadi.
Dalam usia Adam yang masih empat tahun, hubungan Bima dan Dara kocar-kacir. Diperburuk dengan campur tangan orang tua yang menganggap keduanya tak cukup pantas menjadi orang tua bagi Adam.
Sebuah kondisi pelik yang mendorong berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, salah satu kemungkinan terburuk yang banyak dialami pasangan berusia 19-25 tahun adalah perceraian.
Foto: Starvision
Dari data yang dipublikasikan oleh Pengadilan Agama kabupaten Bekasi, pada 2020 terdapat kurang lebih 150 kasus perceraian pasangan muda dari total 1.285 kasus perceraian di Kabupaten Bekasi. Pasangan muda yang bercerai rata-rata berusia 19-25 tahun, dengan umur pernikahan yang kurang dari lima tahun. Hal-hal yang memicu terjadinya perceraian tersebut yaitu masalah ekonomi, masalah perselingkuhan, dan KDRT.
Dara yang menurutnya sudah bertumbuh sementara Bima masih jalan di tempat. Dua orang yang berbeda tak mencoba menemukan titik temu ketika mengayuh biduk rumah tangga tentu saja adalah sebuah resep kekacauan.
Foto: Starvision
Sekali lagi kita melihat Gina yang juga seorang ibu terampil betul mengajak penonton belajar, dari bagaimana Bima dan Dara mengarahkan biduk rumah tangganya.
Saya kira tak ada yang pernah siap menjadi orang tua. Karena tak ada rumusan baku bagaimana mengasuh anak yang selalu datang ke pangkuan orang tuanya dengan keunikan masing-masing. Saya menjadi orang tua pada usia 32 tahun pun merasa begitu bodoh ketika pertama kali menjadi ayah dari seorang putri kecil.
Namun saya belajar dari hari ke hari, dengan membaca banyak hal soal pengasuhan anak. Saya menonton banyak video tentang pengalaman orang tua ketika menemukan masalah demi masalah dengan anak-anaknya, melihat sesama orang tua lainnya membuat kesalahan demi kesalahan.
Namun terutama saya mencoba menjadi teman mereka (meski tak akan mudah) dengan mencoba mengerti setiap fase yang mereka lalui. Kini anak pertama saya sudah berusia 13 tahun, sudah menjadi gadis remaja, sudah mengalami menstruasi dan tentu saja saya masih terus menyiapkan mental untuk apa pun yang mungkin bisa terjadi.
Dalam usia Adam yang masih empat tahun, hubungan Bima dan Dara kocar-kacir. Diperburuk dengan campur tangan orang tua yang menganggap keduanya tak cukup pantas menjadi orang tua bagi Adam.
Sebuah kondisi pelik yang mendorong berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, salah satu kemungkinan terburuk yang banyak dialami pasangan berusia 19-25 tahun adalah perceraian.
Foto: Starvision
Dari data yang dipublikasikan oleh Pengadilan Agama kabupaten Bekasi, pada 2020 terdapat kurang lebih 150 kasus perceraian pasangan muda dari total 1.285 kasus perceraian di Kabupaten Bekasi. Pasangan muda yang bercerai rata-rata berusia 19-25 tahun, dengan umur pernikahan yang kurang dari lima tahun. Hal-hal yang memicu terjadinya perceraian tersebut yaitu masalah ekonomi, masalah perselingkuhan, dan KDRT.
Lihat Juga :