Awas! Pola Makan Buruk Picu Penyakit Kanker

Kamis, 25 April 2024 - 14:35 WIB
Pasien dengan risiko tinggi terkena kanker payudara atau ovarium karena mewarisi salinan BRCA2 yang salah. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel mereka sensitif terhadap metilglioksal, bahan kimia yang tercipta ketika sel menghasilkan energi dengan memecah glukosa. Mereka menyimpulkan bahwa metilglioksal dapat memicu tanda-tanda peringatan dini kanker dengan menyebabkan kesalahan pada DNA.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa pasien dengan kadar metilglioksal yang tinggi mungkin memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Metilglioksal dapat dengan mudah dideteksi melalui tes darah untuk HbA1C, yang berpotensi digunakan sebagai penanda. Selain itu, kadar metilglioksal yang tinggi biasanya dapat dikontrol dengan obat-obatan dan pola makan yang baik, sehingga menciptakan jalan bagi tindakan proaktif melawan timbulnya kanker,” kata Prof Venkitaraman.

Studi tersebut menemukan bahwa tanda-tanda peringatan serupa yang menunjukkan risiko tinggi terkena kanker dapat muncul pada orang-orang yang tidak mewarisi salinan BRCA2 yang salah, tetapi mengalami tingkat metilglioksal yang lebih tinggi dari biasanya karena kondisi yang berhubungan dengan obesitas atau pola makan yang buruk, seperti diabetes.

Penulis pertama studi tersebut, Dr Li Ren Kong, menambahkan soal penelitian, di mana bertujuan untuk memahami faktor-faktor apa yang meningkatkan risiko keluarga rentan terhadap kanker, namun akhirnya menemukan mekanisme yang lebih dalam yang menghubungkan jalur konsumsi energi penting dengan perkembangan kanker.

“Temuan ini meningkatkan kesadaran akan dampak pola makan dan pengendalian berat badan dalam pengelolaan risiko kanker,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!