Tinggal di Perkotaan Tingkatkan Risiko Terkena Asma

Kamis, 09 Mei 2024 - 10:30 WIB
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tinggal di perkotaan meningkatkan risiko terkena asma. Meskipun persentase anak-anak yang terdiagnosis asma sama. Foto/Self
JAKARTA - Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tinggal di perkotaan meningkatkan risiko terkena asma . Meskipun persentase anak-anak yang terdiagnosis asma pada masa kanak-kanak tetap sama baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan sekitar 5 persen.

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak di lingkungan perkotaan yang berusia 6-12 tahun, lebih mungkin mengalami masalah pernapasan. Seperti batuk di malam hari dan kesulitan bernapas.



Kesenjangan ini menunjukkan bahwa mungkin terdapat diagnosis yang tidak memadai atau salah tafsir gejala di wilayah perkotaan, sehingga menyebabkan prevalensi asma yang sebenarnya lebih tinggi dibandingkan dengan angka diagnostik yang ditunjukkan.

Dilansir dari Times of India, Kamis (9/5/2024) ada sejumlah faktor spesifik perkotaan yang dapat meningkatkan risiko asma.

Baca Juga: Waspada! Gelombang Panas Bisa Picu Kekambuhan Asma

Akibat lalu lintas, emisi industri, dan sumber materi partikulat lainnya, daerah perkotaan biasanya mempunyai tingkat polusi udara yang lebih tinggi, yang diketahui memperburuk gejala asma. Selain itu, sering kali terdapat lebih banyak orang yang tinggal di wilayah metropolitan, sehingga meningkatkan paparan terhadap virus, alergi, dan iritasi pernapasan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!