Lonely Deaths Menghantui Jepang, 21.716 Orang Meninggal Dunia Sendirian

Jum'at, 17 Mei 2024 - 16:30 WIB
Selain itu, angka pernikahan di Jepang telah menurun selama beberapa tahun. Itu berarti saat ini terdapat banyak orang lajang, bahkan di kalangan lansia.

Faktor ketiga adalah rata-rata harapan hidup yang lebih panjang. Kondisi ini menyebabkan setengah dari pasangan lanjut usia, yang mana biasanya perempuan hidup sendirian.

Statistik mengenai lonely deaths dirilis oleh Badan Kepolisian Nasional baru-baru ini. Mereka menunjukkan bahwa di seluruh Jepang, 21.716 orang meninggal sendirian dalam tiga bulan pertama tahun ini, dengan hampir 80 persen, atau 17.034 orang, berusia 65 tahun atau lebih.

Baca Juga: 10 Tips Menurunkan Berat Badan ala Orang Jepang yang Efektif Hilangkan Perut Buncit

Statistik menunjukkan bahwa kelompok kematian terbesar, termasuk karena bunuh diri terjadi pada mereka yang berusia 85 tahun ke atas, dengan 4.922 kasus. Laporan ini adalah pertama kalinya lembaga tersebut melakukan tinjauan komprehensif mengenai masalah tersebut.

Di sisi lain, lonely deaths sendiri didefinisikan sebagai seseorang yang meninggal tanpa disadari orang lain dan kematiannya diketahui setelah beberapa waktu. Nakagawa menyebut bahwa lingkungan sekitar dan komunitas lokal biasanya saling melengkapi dengan keluarga untuk memberikan dukungan bagi para lansia.

Namun banyaknya lonely deaths menunjukkan bahwa jaringan dukungan dan sistem jaminan sosial di Jepang tidak memadai. “Kita tahu bahwa perempuan cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan anggota keluarga, tetangga, dan komunitas lokal dibandingkan laki-laki," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!