Ubah Kebiasaan, Raih Kesehatan dengan Cara Sederhana

Sabtu, 01 Juni 2024 - 09:01 WIB
Selain itu, dalam menjalankan pola ER dia harus mengubah gaya dan pola hidup. Biasanya dia terbilang sosok yang intermitten dan sudah beberapa tahun tidak. “Sekarang gue gak intermitten, sehari gue makan 6 kali. So Far sih asyik. Yang paling nyantolnya sih jalan kakinya. Ada yg jalan kakinya 30 menit sehari. Akhirnya gegara itu karena gue hidup di Jakarta, jadinya nge-gym tiap hari, makanya sekarang ada otot,” ungkapnya.

Komika kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1976 ini pun mengaku melakukan ER ini karena alasan anaknya dimana semua kebiasaan pola hidup gak baik akan berubah setelah punya anak. Saat dia mempunyai anak dan melihat hasil lab banyak bintangnya, biasanya timbul keresahan.

“Ini ikut ER karena niatan Gue harus hidup terus. At least hidup sehat lah. Sebenarnya faktornya harus faktor eksternal. Faktor internal gak pernah didengerin. Apalagi gue suka begadang. Gue lagi produser film. Udah 3 horor dan horor itu syutingnya kebalik waktunya. Jam 4 sore mulai selesai jam 7 pagi. Pusing gue, " katanya.

“Sekarang karena udah jadi gaya hidup, udah 45 hari dengan gaya hidup seperti ini. Karena yang pertama diajari ikhlas, jadi kerjaan saya yang adjust sama keinginan saya. Saya enggak ambil horor, saya gak syuting. Mendingan kalau misalnya mau adjust sama jadwal saya. Pokoknya jam 10 malam saya harus tidur. Mau gak mau aja,”sambungnya.

Manfaat pola kehidupan yang baik setelah ikut ER juga dirasakan penyuting film top tanah air Aline Jusria yang mana baginya ikut program ER karena manfaatnya bagi kehidupan kalo orang awam melihat sebuah program makan tapi kalo sudah menjalankan 3 tahun pun jadi seperti mengajarkan kita jadi manusia kembali ke fitrah sebagai manusia ciptakan Tuhan ketika belajar jadi manusia yang makan untuk hidup.

“Kenapa gabung awalnya aku ada keluhan diri sendiri ada kesadaran sendiri punya tidak enak badannya dan akhirnya menetapkan diri manut karena dampak langsung semua proses gak ada yang instan kalo mau ikut kosongkan gelas teori atau hal yang dianggap benar jadi menghambat lalu mulai masukan hal yang baru bahwa ada proses naik turun wajar punya tujuan ke titik akhir hasilnya maksimal dalam benahi pola hidup dan juga program memperbaiki mindset,” tutupnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!