WHO Umumkan Kasus Kematian Pertama Flu Burung, Terdeteksi di Meksiko

Jum'at, 07 Juni 2024 - 12:59 WIB
Meski begitu, hingga saat ini WHO dan otoritas lainnya terus memantau jenis flu burung ini apakah berpotensi bermutasi dan menjadi ancaman.

Menanggapi kasus kematian pertama flu burung tersebut, Pemimpin Grup Virologi Avian, Pirbright Institute, Prof Ian Brown, mengatakan pihaknya langsung melakukan tindak lanjut.

“Tindak lanjut yang cepat dari para profesional kesehatan dan anggota keluarga yang melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi memberikan jaminan bahwa saat ini kasus ini hanya kasus yang terisolasi,” tutur Prof Ian Brown, melansir dari laman BBC.

Dr Ed Hutchinson dari Universitas Glasgow mengatakan, kemungkinan besar penularan pada pria tersebut merupakan peristiwa limpahan (spillover event), yang berarti dia mungkin tertular dari hewan yang terinfeksi.

Baca Juga: Manfaat Program KRIS BPJS Kesehatan, Wamenkes: Pendapatan Rumah Sakit Bisa Naik

“Saat ini pengawasan sedang dilakukan, termasuk menguji orang-orang yang mungkin telah terpapar virus tetapi berhasil melawan infeksi tersebut untuk melihat apakah mereka menunjukkan tanda-tanda respons imun,” paparnya.

“Jika ada lebih banyak orang yang terinfeksi virus ini pada manusia, hal ini akan menjadi hal yang buruk, dan kekhawatiran yang lebih luas,” ujar dia lagi.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!