Perkuat Identitas dan Standar Layanan, Grand Dafam Kini Bernama Morazen Yogyakarta

Senin, 24 Juni 2024 - 00:30 WIB
Hengky menjelaskan, nama Morazen diambil dari bahasa Latin “Mora” yang berarti “berlama-lama” serta "Zen" dari bahasa Jepang yang menandakan ketenangan. Dengan demikian, pihaknya menawarkan konsep serta pengalaman menginap yang mewah dan santai bagi para tamu.

Meskipun lokasi hotel terletak begitu dekat dengan Bandara Yogyakarta International Airport, Hengky menyebut bahwa segmentasi pengunjung tidak bergantung pada pengguna bandara yang sekadar transit.

“Ada tamu individu yang datang memang untuk healing. Itu menduduki posisi dua teratas pengunjung. (Urutan) ketiga ada segmen pemerintahan. Ini yang mendasari Morazen bukan hanya hotel transit dengan fasilitas yang ditawarkan," beber Hengky.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyampaikan apresiasinya terhadap rebranding yang dilakukan oleh pihak hotel. Dengan rebranding tersebut, diharapkan Morazen menjadi harapan baru bagi kenaikan destinasi wisata di Kulon Progo.

"Saya menyampaikan apresiasi untuk keberadaan Morazen ini akan memberikan dampak luar biasa. Dengan adanya Morazen memberikan sebuah harapan baru untuk Kulon Progo. Saya yakin Morazen menjadi sebuah pertanda bahwa ada giat perekonomian di Kulon Progo," kata Srie Nurkyatsiwi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Glamping di Banyuwangi, Ada yang Dekat Kawah Ijen
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!