Orang Dewasa Pun Butuh Vaksin
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 09:13 WIB
"Satu vaksin kita berhasil mendapatkan harga USD7 dibanding beli sendiri seharga Rp1 juta. Satu tahun pertama Rp4,4 miliar untuk 2 juta anak hanya untuk vaksin. Untuk pengelolaan dan distribusi ditanggung WHO," katanya.
Indonesia masih melakukan penawaran harga lagi hingga USD5. Namun, sampai saat ini belum deal. Padahal, menurut Evlina, Rp4 miliar itu termasuk murah untuk menyelamatkan pasien kanker. Sebab, satu orang pasien kanker dapat menghabiskan ratusan juta untuk radiasi kemoterapi hingga tindakan operasi. Padahal, biayanya hanya Rp1 juta untuk vaksin mandiri.
"Vaksin HPV di Indonesia langsung sebanyak 3 juta vaksin tentu bisa lebih murah. Anak Indonesia berhak mendapatkan vaksin HPV minimal 2 kali vaksin," ujarnya. (Baca juga: Wabah Covid-19 Berpotensi Lebih Mematikan Dibanding Flu 1918)
Pemberian vaksin HPV gratis untuk siswa SD pernah dilakukan di Jakarta pada 2016 dengan menggunakan APBN karena menjadi proyek percontohan di Indonesia. Vaksin ini dilakukan untuk anak praremaja dan tidak menimbulkan efek seperti yang selama ini dikhawatirkan banyak orang tua.
"Vaksinasi di usia sebelum remaja itu bagus. Lebih muda tentu akan lebih bagus sebelum mereka melakukan kontak seksual. Atau sebelum mereka kemungkinan mendapatkan virus ini," tambahnya.
Sejauh ini perhatian orang tua untuk menjadikan HPV sebagai vaksin anak terakhir menuju remaja itu tentunya dilakukan setelah rangkaian vaksin anak. Namun, sejauh ini hanya keluarga mampu yang bisa mengeluarkan kocek untuk vaksin HPV. Sementara di negara tetangga, Malaysia dan Singapura, vaksin HPV justru sudah wajib bagi generasi mudanya.
HPV juga dapat menularkan jenis kanker lainnya, bukan hanya kanker serviks. Di antaranya kanker tenggorokan dan kanker pita suara akibat aktivitas seks oral. Virus menginfeksi masuk melalui mulut karena kelembapannya sama dengan mulut rahim sehingga virus bisa berkembang dan turun mengenai pita suara. (Lihat videonya: Polisi Tangkap Anggota Geng Motor Sadis di Jakarta Timur)
Sebagai kanker mematikan kedua di dunia, sebenarnya masyarakat memiliki kesempatan untuk mencegah berkembangnya kanker serviks itu dengan melakukan vaksinasi. Bahkan, kanker lain pun dapat dicegah dengan vaksinasi ini seperti kanker hati melalui vaksin hepatitis B. (Ananda Nararya)
Indonesia masih melakukan penawaran harga lagi hingga USD5. Namun, sampai saat ini belum deal. Padahal, menurut Evlina, Rp4 miliar itu termasuk murah untuk menyelamatkan pasien kanker. Sebab, satu orang pasien kanker dapat menghabiskan ratusan juta untuk radiasi kemoterapi hingga tindakan operasi. Padahal, biayanya hanya Rp1 juta untuk vaksin mandiri.
"Vaksin HPV di Indonesia langsung sebanyak 3 juta vaksin tentu bisa lebih murah. Anak Indonesia berhak mendapatkan vaksin HPV minimal 2 kali vaksin," ujarnya. (Baca juga: Wabah Covid-19 Berpotensi Lebih Mematikan Dibanding Flu 1918)
Pemberian vaksin HPV gratis untuk siswa SD pernah dilakukan di Jakarta pada 2016 dengan menggunakan APBN karena menjadi proyek percontohan di Indonesia. Vaksin ini dilakukan untuk anak praremaja dan tidak menimbulkan efek seperti yang selama ini dikhawatirkan banyak orang tua.
"Vaksinasi di usia sebelum remaja itu bagus. Lebih muda tentu akan lebih bagus sebelum mereka melakukan kontak seksual. Atau sebelum mereka kemungkinan mendapatkan virus ini," tambahnya.
Sejauh ini perhatian orang tua untuk menjadikan HPV sebagai vaksin anak terakhir menuju remaja itu tentunya dilakukan setelah rangkaian vaksin anak. Namun, sejauh ini hanya keluarga mampu yang bisa mengeluarkan kocek untuk vaksin HPV. Sementara di negara tetangga, Malaysia dan Singapura, vaksin HPV justru sudah wajib bagi generasi mudanya.
HPV juga dapat menularkan jenis kanker lainnya, bukan hanya kanker serviks. Di antaranya kanker tenggorokan dan kanker pita suara akibat aktivitas seks oral. Virus menginfeksi masuk melalui mulut karena kelembapannya sama dengan mulut rahim sehingga virus bisa berkembang dan turun mengenai pita suara. (Lihat videonya: Polisi Tangkap Anggota Geng Motor Sadis di Jakarta Timur)
Sebagai kanker mematikan kedua di dunia, sebenarnya masyarakat memiliki kesempatan untuk mencegah berkembangnya kanker serviks itu dengan melakukan vaksinasi. Bahkan, kanker lain pun dapat dicegah dengan vaksinasi ini seperti kanker hati melalui vaksin hepatitis B. (Ananda Nararya)
(ysw)
Lihat Juga :