Memendam Amarah Bisa Menyebabkan Cepat Meninggal Dunia
Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:00 WIB
Baca Juga: 5 Tips Ampuh Redakan Amarah, Salah Satunya Olahraga Saat marah, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Pelepasan hormon ini secara konstan akibat kemarahan yang terpendam dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Stres kronis akibat kemarahan yang terpendam dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini tanpa disadari bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Jadi kebayang nggak, badan yang sehat sama kita terus dikasih infeksi dalam tanda kutip dari pikiran kita. Nah sampai satu titik, badan tuh capek dan bisa muncul belum tentu langsung menyebabkan kematian sih,” jelasnya.
“Biasanya yang muncul satu, gangguan fungsi somatik dulu nih. Untuk teman-teman yang sering banget ngerasain kronik pain, migrain, vertigo, sakit lambung, sakit otot, low back pain, yang kedua adalah autoimun dan yang terakhir kanker, yang terakhir sakit jantung,” lanjutnya.
Baca Juga: Perbedaan Antara Maag dan Gerd yang Sering Dianggap Sama
Stres kronis akibat kemarahan yang terpendam dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini tanpa disadari bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Jadi kebayang nggak, badan yang sehat sama kita terus dikasih infeksi dalam tanda kutip dari pikiran kita. Nah sampai satu titik, badan tuh capek dan bisa muncul belum tentu langsung menyebabkan kematian sih,” jelasnya.
“Biasanya yang muncul satu, gangguan fungsi somatik dulu nih. Untuk teman-teman yang sering banget ngerasain kronik pain, migrain, vertigo, sakit lambung, sakit otot, low back pain, yang kedua adalah autoimun dan yang terakhir kanker, yang terakhir sakit jantung,” lanjutnya.
Baca Juga: Perbedaan Antara Maag dan Gerd yang Sering Dianggap Sama
Lihat Juga :