Belajar dari Kisah Film Ipar adalah Maut, Ini Pentingnya Komunikasi dalam Sebuah Hubungan

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:21 WIB
Dalam konteks film ini, lanjut Stefanus Andriano, komunikasi asertif dapat membantu Nisa, Aris, dan Rani untuk mengungkapkan perasaan serta kebutuhan mereka dengan jelas tanpa menyalahkan atau menyerang orang lain. Selain itu juga mendengarkan dengan penuh perhatian dan berusaha memahami sudut pandang orang lain serta menyelesaikan konflik secara damai dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Stefanus Andriano memaparkan, kurangnya komunikasi asertif dalam "Ipar Adalah Maut" membawa konsekuensi negatif bagi hubungan keluarga. Antara lain ketidakpercayaan dan kecemburuan.

"Karakter saling mencurigai dan merasa cemburu, memicu perselisihan dan keretakan dalam hubungan," ujar Stefanus Andriano.

Kurangnya komunikasi asertif juga menimbulkan konflik dan pertengkaran, bahkan kekerasan dan perselingkuhan.

"Puncak dari komunikasi yang buruk adalah terjadinya kekerasan verbal dan bahkan perselingkuhan, yang semakin memperparah situasi dan mengancam keutuhan rumah tangga," terang Stefanus Andriano.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!