Studi: Cegukan Jadi Gejala Baru COVID-19

Senin, 24 Agustus 2020 - 10:59 WIB
Beberapa kasus seperti di atas telah menimbulkan pertanyaan, apakah cegukan merupakan gejala COVID-19 yang terus-menerus? Namun, peneliti tidak memiliki jawaban pasti untuk hal yang sama. Cegukan sangat umum terjadi di antara orang-orang di seluruh dunia, dan seringkali bukan penyebab masalah kesehatan. Namun, contoh seperti di atas dapat membuat orang dan peneliti tertarik untuk mendalami hal ini lebih jauh.

Mencoba untuk secara samar-samar memahami apa yang dapat menyebabkan cegukan pada pasien COVID-19, beberapa dokter mengatakan bahwa gejala tersebut dapat dikaitkan dengan gejala masalah pencernaan yang telah terbukti, diteliti, dan terdaftar yang disebabkan oleh COVID-19.

Argumennya adalah jika virus dapat mengiritasi saluran pencernaan, itu juga dapat berdampak pada saraf frenikus, yang mengontrol diafragma. Hal ini dapat menyebabkan kontraksi diafragma yang tidak disengaja atau yang juga dikenal sebagai cegukan.

Namun, ini hanyalah spekulasi. Belum ada studi khusus yang dilakukan terkait masalah ini. Oleh karena itu, peneliti menyarankan untuk menjalani tes sendiri, dan melakukan isolasi sendiri setidaknya selama dua minggu jika melihat gejala umum COVID-19.

Di sisi lain, penting juga untuk terus mempraktikkan tindakan pencegahan seperti menjaga jarak sosial, memakai masker, dan sering mencuci tangan untuk mencegah risiko tertular.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!