Tiga Kiat Menjaga Kesehatan Mata Selama Pandemi Covid-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 05:56 WIB
"Jika memang kamu memakai softlens atau pakai kontak lens sebaiknya enggak usah dulu ya. Buka lagi box-nya di mana disimpan kacamatanya terus dipakai lagi, soalnya memang kalau pemakaian kontak lens itu ada risiko-risiko tertentu. Radang di kornea, infeksi, mata kering jika tidak menjaga kebersihan mata," saran Dr Ferdiriva.
Adapun pasien Covid-19 memiliki gejala pada matanya berupa mata yang merah atau konjungtivitas. Kepala Tele-oftalmologi JEC@Cloud, Dr. Valenchia, Sp.M mengatakan bahwa 1% dari penderita Covid-19 memiliki gejala di mata.
"Salah satu cara penularan itu juga bisa lewat area mata. Jadi memang enggak boleh nih kita misalnya habis pegang fasilitas umum seperti pintu mobil atau gagang pintu, itu enggak boleh (menyentuh mata). Ada laporannya mengatakan kasus Covid-19 ini menderita mata merah. Makanya kita harus mencuci tangan, enggak boleh pegang area mata, hidung mulut atau wajah," kata Dr. Valenchia.
2. Penggunaan Gadget yang Tepat
Terlalu lama menatap gawai seperti handphone atau laptop dapat menyebabkan computer vision syndrom. Kondisi ini memiliki gejala berupa mata merah dan lelah, pusing, serta munculnya rasa sakit dan pegal pada leher. Untuk mengatasinya, Dr. Valenchia menyarankan untuk menerapkan aturan 20 20 20, yang mana setiap 20 menit menatap layar, istirahat selama 20 detik dengan melihat jarak 20 kaki atau 6 meter.
"Yang paling mudah itu menerapkan rule of 20 20 20. Buat yang suka banget gitu ya nonton sampai jam berapa, habis itu harus dipasang timer di HP-nya setiap 20 menit harus istirahat," ujar Dr. Valenchia.
Di sisi lain, untuk menjaga kesehatan mata, Dr. Valenchia menekankan pentingnya mengatur jarak gadget dengan posisi mata, serta pencahayaan pada layar gadget. Jika gemar menggunakan gadget dalam ruangan gelap, ada baiknya pencahayaan pada gadget tidak terlalu terang sehingga mata tetap sehat. Sebagai alternatif, bisa aktifkan filter blue light pada handphone.
Adapun pasien Covid-19 memiliki gejala pada matanya berupa mata yang merah atau konjungtivitas. Kepala Tele-oftalmologi JEC@Cloud, Dr. Valenchia, Sp.M mengatakan bahwa 1% dari penderita Covid-19 memiliki gejala di mata.
"Salah satu cara penularan itu juga bisa lewat area mata. Jadi memang enggak boleh nih kita misalnya habis pegang fasilitas umum seperti pintu mobil atau gagang pintu, itu enggak boleh (menyentuh mata). Ada laporannya mengatakan kasus Covid-19 ini menderita mata merah. Makanya kita harus mencuci tangan, enggak boleh pegang area mata, hidung mulut atau wajah," kata Dr. Valenchia.
2. Penggunaan Gadget yang Tepat
Terlalu lama menatap gawai seperti handphone atau laptop dapat menyebabkan computer vision syndrom. Kondisi ini memiliki gejala berupa mata merah dan lelah, pusing, serta munculnya rasa sakit dan pegal pada leher. Untuk mengatasinya, Dr. Valenchia menyarankan untuk menerapkan aturan 20 20 20, yang mana setiap 20 menit menatap layar, istirahat selama 20 detik dengan melihat jarak 20 kaki atau 6 meter.
"Yang paling mudah itu menerapkan rule of 20 20 20. Buat yang suka banget gitu ya nonton sampai jam berapa, habis itu harus dipasang timer di HP-nya setiap 20 menit harus istirahat," ujar Dr. Valenchia.
Di sisi lain, untuk menjaga kesehatan mata, Dr. Valenchia menekankan pentingnya mengatur jarak gadget dengan posisi mata, serta pencahayaan pada layar gadget. Jika gemar menggunakan gadget dalam ruangan gelap, ada baiknya pencahayaan pada gadget tidak terlalu terang sehingga mata tetap sehat. Sebagai alternatif, bisa aktifkan filter blue light pada handphone.
Lihat Juga :