Dukung Terciptanya Generasi Emas 2045, Bio Farma Alokasikan 5% Revenue untuk Riset dan Ketahanan Kesehatan
Minggu, 08 September 2024 - 22:00 WIB
Foto bersama para partisipan dalam Half Day Symposium and Workshop bertema Kesehatan Reproduksi Wanita sebagai Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Minggu (8/9/2024). Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) menekankan pentingnya peningkatan riset agar ketahanan kesehatan di Indonesia semakin kuat di masa depan. Hal ini juga sebagai salah satu upaya yang harus dilakukan guna membangun generasi emas 2045 yang sehat dan produktif
Karena itu, Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma Sri Harsi Teteki menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran perusahaan ke riset kesehatan.
"Pelaksanaan riset di Indonesia harus ditingkatkan. Komitmen Bio Farna ditunjukkan dengan mengalokasikan dana untuk riset sebesar 5 persen dari revenue atau sekitar Rp5 triliun, dan jumlah ini berbeda-beda setiap tahun. Tergantung besaran pendapatan yang didapat," kata Sri dalam acara Half Day Symposium and Workshop bertema 'Kesehatan Reproduksi Wanita sebagai Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045', di Jakarta, Minggu (8/9/2024).
Adapun kegiatan workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma dengan Kadin Indonesia bersama Indonesia Medical Education and Research Institute Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (IMERI-FKUI). Turut hadir dalam acara ini, Ketua Senat Akademik Universita Indonesia (UI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER (K) MPH Int’Aff RANZCOG dan sejumlah dokter lainnya, serta Wakil Ketua Komite Tetap Inovasi, Riset dan Teknologi Kesehatan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Maika Nurhayati.
Karena itu, Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma Sri Harsi Teteki menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran perusahaan ke riset kesehatan.
"Pelaksanaan riset di Indonesia harus ditingkatkan. Komitmen Bio Farna ditunjukkan dengan mengalokasikan dana untuk riset sebesar 5 persen dari revenue atau sekitar Rp5 triliun, dan jumlah ini berbeda-beda setiap tahun. Tergantung besaran pendapatan yang didapat," kata Sri dalam acara Half Day Symposium and Workshop bertema 'Kesehatan Reproduksi Wanita sebagai Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045', di Jakarta, Minggu (8/9/2024).
Adapun kegiatan workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma dengan Kadin Indonesia bersama Indonesia Medical Education and Research Institute Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (IMERI-FKUI). Turut hadir dalam acara ini, Ketua Senat Akademik Universita Indonesia (UI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER (K) MPH Int’Aff RANZCOG dan sejumlah dokter lainnya, serta Wakil Ketua Komite Tetap Inovasi, Riset dan Teknologi Kesehatan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Maika Nurhayati.
Lihat Juga :