Di-PHK akibat Pandemi, Wahyudi Bangkit dan Bangun Al-Doughnut
Kamis, 27 Agustus 2020 - 01:22 WIB
Setelah beberapa bulan terus mencoba-coba membuat donat sendiri, Wahyudi dengan dibantu istrinya, Sari membulatkan tekadnya untuk berdagang. Wahyudi berusaha membuat donat yang bukan sekadar donat rumahan dan bukan donat biasa. Tapi donat yang teksturnya empuk seperti donat yang sudah punya nama, tentunya dengan harga yang terjangkau.
Jualan donat dipilih lantaran pasangan suami-istri ini ingin melanjutkan apa yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya. Selain itu, bisnis ini dinilai fleksibel untuk dijadikan tren sebagai cemilan yang sehat serta disukai berbagai kalangan usia. "Karena basic atau skill pernah bekerja di perusahaan food and beverage," tutur Wahyudi saat ditemui, Rabu (26/8).
Lantas, berapa modal awal yang dihabiskan untuk membuka usahanya sendiri? Wahyudi mengaku jika modalnya relatif kecil untuk mendirikan bisnis rumahan ini. Simpanan di dalam tabungannya pun dia pergunakan untuk membuka usaha ini. Dengan mengusung brand Al-Doughnut, yang terinspirasi dari nama anaknya, Wahyudi dan istrinya sangat bersemangat menjajakan dagangan donatnya.
Perlahan tapi pasti, bisnis rumahan ini akhirnya mulai dikenal. Strategi penjualan Wahyudi cukup sederhana. Dia hanya menawarkan roti buatannya melalui grup whatsapp, media sosial serta menitipkan ke warung yang berada di dekat kontrakannya. Dari sinilah Al-Doughnut mulai dikenal di wilayah Semper, Jakarta Utara.
Meskipun pesanan tidak selalu datang setiap hari, namun sekali mendapatkan pesanan dia bisa mengolah sekitar 18 lusin (216 pcs). Harga satu donatnya pun bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga 4.000 dengan diberi sentuhan kemasan yang menarik. Wahyudi juga mengatakan bahwa donat rumahan buatannya ini hanya mampu bertahan dua hari.
Jualan donat dipilih lantaran pasangan suami-istri ini ingin melanjutkan apa yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya. Selain itu, bisnis ini dinilai fleksibel untuk dijadikan tren sebagai cemilan yang sehat serta disukai berbagai kalangan usia. "Karena basic atau skill pernah bekerja di perusahaan food and beverage," tutur Wahyudi saat ditemui, Rabu (26/8).
Lantas, berapa modal awal yang dihabiskan untuk membuka usahanya sendiri? Wahyudi mengaku jika modalnya relatif kecil untuk mendirikan bisnis rumahan ini. Simpanan di dalam tabungannya pun dia pergunakan untuk membuka usaha ini. Dengan mengusung brand Al-Doughnut, yang terinspirasi dari nama anaknya, Wahyudi dan istrinya sangat bersemangat menjajakan dagangan donatnya.
Perlahan tapi pasti, bisnis rumahan ini akhirnya mulai dikenal. Strategi penjualan Wahyudi cukup sederhana. Dia hanya menawarkan roti buatannya melalui grup whatsapp, media sosial serta menitipkan ke warung yang berada di dekat kontrakannya. Dari sinilah Al-Doughnut mulai dikenal di wilayah Semper, Jakarta Utara.
Meskipun pesanan tidak selalu datang setiap hari, namun sekali mendapatkan pesanan dia bisa mengolah sekitar 18 lusin (216 pcs). Harga satu donatnya pun bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga 4.000 dengan diberi sentuhan kemasan yang menarik. Wahyudi juga mengatakan bahwa donat rumahan buatannya ini hanya mampu bertahan dua hari.
Lihat Juga :