Cara Mengatasi Sindrom Baby Blues

Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:40 WIB
Selain itu, minimnya dukungan emosional dari lingkungan terdekat juga ikut memengaruhi. Inilah mengapa diperlukan kehadiran nyata seorang suami, serta lingkungan keluarga yang positif agar pengalaman menyusui menjadi menyenangkan.

“Baby blues dan PPD sangat berbahaya. Karena saat anak lahir, dunia anak adalah ibunya. Secara otomatis anak akan terus bergantung pada ibunya 24 jam sehari. Itulah kenapa, ibu yang mengalami gangguan mental, sebaiknya segera mencari bantuan, baik dari pihak keluarga maupun tenaga profesional,” sarannya.

Ibu bisa saja memperlakukan anaknya dengan kurang baik, seperti memarahi, mengabaikan, juga bisa menolak untuk menyusui. Bahkan dalam kondisi yang ekstrem, beberapa ibu terpikir untuk menyakiti anaknya. Di sinilah peran suami dan lingkungan keluarga, sangat memengaruhi pembentukan masa menyusui yang positif, senada dengan respons dalam survei sebanyak 98,7%. (Lihat videonya: 5 Orang di Tangerang Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan)

Menurut mereka, pikiran yang rileks adalah elemen utama yang paling memengaruhi produksi ASI, dibandingkan asupan makanan dan kecukupan asupan cairan. “Berikan afirmasi pada diri sendiri bahwa kita adalah ibu yang baik. Ingat, ibu yang baik tidak diukur dari berapa lama menyusui atau banyak ASI-nya. Tetapi, dilihat dari bagaimana kita bisa memberikan kasih sayang secara tulus, bisa memberikan energi yang positif dan bahagia kepada anak kita dan memberikan pengasuhan,” tandas Cecilia. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!